BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 6 Persen di Tengah Ketidakpastian Geopolitik

Foto dari udara yang diabadikan pada 12 Oktober 2024 ini, menunjukkan kereta electrical multiple unit (EMU) melaju di jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di dekat Stasiun Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada 12 Oktober 2024. (F. Xinhua/Xu Qin)

Foto dari udara yang diabadikan pada 12 Oktober 2024 ini, menunjukkan kereta electrical multiple unit (EMU) melaju di jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di dekat Stasiun Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada 12 Oktober 2024. (F. Xinhua/Xu Qin)

JAKARTA (Kepri.co.id – Xinhua) – Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di level 6 persen, setelah menurunkannya sebesar 0,25 poin persentase bulan lalu, kata Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, Rabu (16/10/2024).

Dalam pertemuan selama dua hari yang berlangsung dari Selasa (15/10/2024) hingga Rabu (16/10/2024), Dewan Gubernur BI juga memutuskan mempertahankan suku bunga simpanan di level 5,25 persen dan suku bunga pinjaman di level 6,75 persen.

Baca Juga: Cadangan Devisa Indonesia Turun jadi 136,2 Miliar Dolar AS pada April 2024

“Keputusan ini konsisten dengan arah kebijakan moneter, untuk memastikan tetap terkendalinya inflasi dalam sasaran 1,5 persen hingga 3,5 persen tahun 2024 dan 2025, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Perry dalam konferensi pers.

BI berfokus pada kebijakan moneter jangka pendek dan memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah konflik geopolitik, yang berpotensi menyebabkan ketidakpastian di pasar keuangan global.

Perry menyatakan, kebijakan makroprudensial yang longgar tetap berlaku. Kebijakan ini bertujuan, mendorong penyaluran kredit perbankan kepada industri-industri prioritas, demi pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja, sambil tetap mematuhi prinsip kehati-hatian. (amr/ xinhua-news.com)

Exit mobile version