China-Indonesia Jalin Kerja Sama, Latih Tenaga Kerja Terampil bagi Industri Energi Baru dan Metalurgi

China-Indonesia Jalin Kerja Sama, Latih Tenaga Kerja Terampil bagi Industri Energi Baru dan Metalurgi
Dua mahasiswi Indonesia mengikuti program gelar magister (S2) di bidang teknik metalurgi, kerja sama China dan Indonesia. (F. Xinhua)

JAKARTA (Kepri.co.id – Xinhua) – Indonesia memiliki sumber daya mineral yang melimpah, dengan cadangan nikel terbesar di dunia.

Indonesia memainkan peran penting dalam rantai pasokan industri energi baru. Namun, negara ini kekurangan talenta di bidang teknologi penyulingan dan teknik metalurgi.

Tahun 2019, GEM Co., Ltd. (China), Central South University (CSU), dan pemerintah Indonesia bersama-sama meluncurkan program gelar magister (S2) di bidang teknik metalurgi untuk melatih para talenta.

Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Jakarta. (XHTV)

Batch pertama yang terdiri dari 20 lebih mahasiswa yang terdaftar tahun 2019, kini bekerja di berbagai perusahaan atau pemerintah Indonesia, memberikan dukungan bagi industri-industri terkait.

“Kerja sama dengan GEM dan pemerintah Indonesia sudah berjalan lima tahun. Sejak saat itu, kami telah menghasilkan beberapa batch mahasiswa Indonesia yang kini menjadi tulang punggung industri energi baru Indonesia. Kerja sama ini mendorong industri pertambangan dengan teknologi dan talenta,” ujar Wakil Presiden Central South University (CSU), Guo Xueyi.

Baca Juga: China dan Indonesia Kerja Sama Bina Tenaga Terampil di Bidang Teknologi Metalurgi Canggih

“Saya adalah lulusan batch pertama dari program kerja sama antara CSU, GEM, dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia (RI). Saat ini, saya bekerja di PT QMB New Energy Materials sebagai analis di pusat laboratorium,” ujar insinyur Indonesia, Shanty Nababan.

“Tahun 2019, saya berangkat ke China bersama 21 orang teman saya. Pengalaman belajar di salah satu kampus terbaik di China, khususnya di bidang metalurgi, membuka wawasan saya di bidang hidrometalurgi,” ujar insinyur Indonesia, Evan Kristiyanto.

“Universitas ini sangat membantu saya. Mereka menyediakan penyelia (supervisor) terbaik untuk kami. Khusus program ini, program kerja sama antara universitas kami dan pemerintah. Kami mendapat dua mentor. Mentor pertama supervisor akademik kami, yang disediakan pihak universitas. Mentor kedua, kami mendapat mentor industri yang disediakan GEM,” ujar mahasiswa program magister (S2) asal Indonesia di CSU, Viola Dheena Pongajow.

Pada Agustus 2024 ini, China dan Indonesia meluncurkan sebuah laboratorium penelitian bersama di Institut Teknologi Bandung (ITB), Provinsi Jawa Barat.
Laboratorium tersebut diharapkan dapat berfungsi sebagai sebuah platform penting untuk mengembangkan talenta di bidang pertambangan, material energi baru, dan teknologi hijau.

Baca Juga: Indonesia-China Jalin Kerja Sama Pengembangan SDM di Industri Nikel

Pendirian laboratorium bersama ini merupakan tonggak yang sangat penting bagi ITB. Terutama dalam kerja sama antara China dan Indonesia, ITB, GEM, dan CSU.

“Kita tahu di bidang pengolahan mineral, metodologi ekstraksi, dan di bidang lain seperti material baterai, material energi baru, dan kendaraan listrik, China merupakan negara yang unggul,” ujar Kepala Laboratorium Hidro-Elektrometalurgi ITB, Mohammad Zaki Mubarok.

“Jadi, kerja sama dengan China diharapkan dapat mendongkrak reputasi internasional ITB dalam hal bagaimana kami mempelajari teknologi, bagaimana kami melakukan penelitian tingkat lanjut, bagaimana kami membuat publikasi ilmiah.”

Baca Juga: Indonesia Marowali Gandeng Perguruan Tinggi di Sulawesi Program Beasiswa S2 ke China

“Menempuh pendidikan doktoral akan memungkinkan saya memberikan kontribusi yang lebih signifikan di bidang ini, tidak hanya bagi pengembangan industri metalurgi, tetapi juga bagi pembangunan berkelanjutan, kemandirian teknologi, dan kemajuan ekonomi negara saya,” kata mahasiswa program doktor (PhD) asal Indonesia di CSU, Rizky Wanaldi.

“Saya sangat bangga dan berharap, semoga kerja sama ini akan terus berlanjut membangun Tanah Air saya,” kata Shanty Nababan. (hen/ xinhua-news.com)

Exit mobile version