JAKARTA, Kepri.co.id — Dukungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) terhadap kemudahan ekspor mengantarkan daerah ini meraih Primaniyarta Award 2026, dalam kategori Kepala Daerah Pendukung Ekspor.
Penghargaan yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan tersebut rencananya diserahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto kepada Gubernur Kepri Ansar Ahmad pada Rabu (14/10/2026).
Penghargaan ini diberikan setelah Kepri melalui serangkaian penilaian yang berlangsung selama beberapa bulan. Salah satu aspek yang menjadi pertimbangan ialah kebijakan pemerintah daerah dalam membantu eksportir mengembangkan usaha dan memperluas pasar ke luar negeri.
Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepri, Arief Salman, mengatakan pihaknya optimistis Kepri dapat meraih penghargaan tersebut karena memiliki aktivitas ekspor yang cukup positif.
”Alhamdulillah, Kepri berhasil meraih Primaniyarta Award 2026 setelah melalui tahap penilaian. Sejak awal kami cukup optimistis karena memang iklim ekspor kita cukup positif,” ujar Arief, Rabu (14/10/2026).
Kemudahan Ekspor jadi Poin Penilaian
Dalam penilaian Primaniyarta Award 2026, terdapat delapan kategori penghargaan. Salah satunya adalah Kepala Daerah Pendukung Ekspor, yang ditujukan kepada kepala daerah yang memberikan dukungan terhadap kegiatan ekspor melalui kebijakan, termasuk peraturan daerah (perda), dalam tiga tahun terakhir.
Penilaian tidak hanya melihat kebijakan yang diterbitkan pemerintah daerah, tetapi juga kolaborasi dengan instansi terkait serta dampak nyata kemudahan yang dirasakan para pelaku ekspor.
Untuk memperkuat penilaian tersebut, Disperindag Kepri mengangkat kisah keberhasilan sejumlah perusahaan yang mampu menembus pasar internasional.
Salah satunya PT Bintan Intan Gemilang (BIG), yang berhasil mengekspor ikan fillet ke sejumlah negara. Selain itu, ada PT Indojaya Agrinusa (IJA), anak usaha PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, yang melakukan ekspor ayam hidup melalui jalur laut ke Singapura.
Menurut Arief, kegiatan ekspor ayam hidup melalui laut yang dilakukan IJA merupakan satu-satunya di dunia. Ekspor tersebut, dilakukan beberapa kali dalam setahun.
Kepri juga pernah melakukan ekspor ikan kerapu hidup ke Hong Kong. Berbagai kegiatan ini menjadi gambaran potensi komoditas daerah yang mampu menjangkau pasar internasional.
Pengurusan Dokumen Ekspor Bisa saat Hari Libur
Salah satu bentuk kemudahan yang diberikan Pemprov Kepri kepada eksportir, pelayanan penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA). Dokumen ini digunakan, menerangkan asal barang yang diekspor dan dapat menjadi salah satu persyaratan, memperoleh fasilitas perdagangan sesuai ketentuan yang berlaku.
Arief menjelaskan, pengurusan SKA kini dapat dilayani pada hari libur sekalipun, selama seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi.
“Saat ini ada beberapa instansi yang dapat mengeluarkan SKA. Alhamdulillah, semuanya dipermudah. Selama administrasi lengkap, hari libur pun bisa dikeluarkan,” jelasnya.
Kemudahan pelayanan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah agar proses ekspor berjalan lebih lancar dan kebutuhan administrasi pelaku usaha dapat terpenuhi sesuai waktu yang diperlukan.
Ekspor Nonmigas Kepri Capai 13,6 Miliar Dolar AS
Di sisi lain, kinerja ekspor nonmigas Kepri turut menunjukkan potensi perdagangan luar negeri yang besar.
Berdasarkan data Januari–Agustus 2026, kelompok mesin dan peralatan listrik (HS 85) menjadi komoditas ekspor nonmigas dengan nilai terbesar, yakni 6.749,10 juta Dolar AS atau berkontribusi 49,59 persen.
Sementara itu, Amerika Serikat menjadi negara tujuan utama ekspor nonmigas Kepri dengan nilai 3.580,54 juta Dolar AS atau 26,31 persen. Posisi berikutnya ditempati Singapura dan India.
Besarnya kontribusi produk mesin dan peralatan listrik serta jangkauan pasar ekspor tersebut memperlihatkan peran penting Kepri dalam perdagangan internasional, sekaligus menjadi peluang untuk memperluas pasar bagi komoditas lainnya.
Capaian tersebut, bersama kebijakan yang mempermudah pelayanan ekspor dan dukungan terhadap pelaku usaha, menjadi bagian dari upaya Kepri memperkuat daya saing di pasar global.
Melalui Primaniyarta Award 2026, Pemprov Kepri diharapkan dapat terus meningkatkan kolaborasi dengan instansi terkait dan dunia usaha agar semakin banyak produk daerah yang mampu menembus pasar internasional. (adji)
BERITA TERKAIT:
Semangat Baru untuk Kepri: Kepala BI Kepri Berganti, Sinergi Ekonomi dan Digitalisasi Siap Diperkuat
Ansar Raih Penghargaan TOP Pembina BUMD 2024
Menteri Perindustrian Anugerahkan Kepri Penghargaan Industri Halal
Kearsipan Digital Srikandi Pemprov Kepri Terbaik di Indonesia
