Bumi Catat Rekor Suhu Terpanas pada Juni 2024, Rekor Suhu Global Tertinggi Selama 13 Bulan Beruntun

Seorang pria menyegarkan diri di sebuah air mancur di Mexico City, Meksiko, pada 15 Mei 2024. (F. Xinhua/Francisco Canedo)

LOS ANGELES (Kepri.co.id – Xinhua) – Suhu permukaan global pada Juni 2024 tercatat 1,22 derajat Celsius di atas rata-rata abad ke-20 yang sebesar 15,5 derajat Celsius, menjadikannya rekor suhu terpanas pada Juni 2024 dan rekor suhu global tertinggi selama 13 bulan berturut-turut.

Demikian menurut sebuah laporan baru yang dirilis Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (National Oceanic and Atmospheric Administration/ NOAA) Amerika Serikat (AS) pada Jumat (12/7/2024).

Baca Juga: China Diterpa Cuaca Ekstrem, Gelombang Panas hingga Hujan Badai Terjang Sejumlah Daerah

Ada hampir 60 persen kemungkinan, bahwa tahun 2024 akan menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat dan 100 persen kemungkinan tahun 2024 akan masuk ke dalam peringkat lima besar, kata Pusat Informasi Lingkungan Nasional (National Centers for Environmental Information), sebuah divisi di bawah NOAA, dalam laporannya.

Laporan tersebut menemukan, suhu pada Juni 2024 tercatat di atas rata-rata di sebagian besar permukaan darat global kecuali Kanada bagian barat, sebagian besar Greenland, Amerika Selatan bagian selatan, Rusia barat laut, Asia bagian timur, Australia timur, dan sebagian besar Antarktika timur.

Afrika, Asia, dan Amerika Selatan masing-masing mencatatkan rekor suhu terpanas pada Juni 2024, sementara Eropa mencatatkan suhu terpanas kedua.

Suhu permukaan laut berada di atas rata-rata di sebagian besar wilayah, sementara sebagian kawasan Pasifik timur dan Pasifik tenggara tropis berada di bawah rata-rata. Lautan global telah mencatatkan rekor suhu terpanas sejak April 2023, menurut laporan tersebut.

Selain itu, laporan tersebut menunjukkan, pada periode Januari-Juni 2024, suhu permukaan global mencapai 1,29 derajat Celsius di atas rata-rata abad ke-20, menjadikannya periode terpanas yang pernah tercatat.

Baca Juga: Gelombang Panas Landa 17 Kota di Italia Pekan Ini

Amerika Selatan, Eropa, dan Afrika masing-masing mencatatkan periode terpanas sepanjang tahun 2024 ini, sedangkan Amerika Utara mencatatkan periode terpanas kedua.

Luas tutupan salju di Belahan Bumi Utara pada Juni 2024, merupakan yang terkecil ke-12 yang pernah tercatat. Secara umum, tutupan salju berada di bawah rata-rata di sebagian besar wilayah kecuali sebagian Siberia bagian barat dan sebagian kecil China, Pakistan, dan Kanada barat jauh, yang berada di atas rata-rata, urai laporan itu.

Lebih lanjut laporan tersebut mengungkapkan, luas es laut global merupakan yang terkecil kedua dalam rekor 46 tahun terakhir dengan luas 8,75 juta mil persegi (1 mil persegi = 2,5 km persegi), yakni 810.000 mil persegi di bawah rata-rata tahun 1991-2020. (asa/ xinhua-news.com)

Exit mobile version