Anggota DPD RI Puji Pencapaian Revitalisasi Pedesaan di China dan Soroti Kerja Sama RI-China

Anggota DPD RI Puji Pencapaian Revitalisasi Pedesaan di China dan Soroti Kerja Sama RI-China
Foto yang diabadikan pada 10 April 2025 ini, menunjukkan Abraham Paul Liyanto (kedua dari kiri), anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia dari Provinsi Nusa Tenggara Timur, mengunjungi Desa Shenshan dengan didampingi beberapa warga desa, di Jinggangshan, Provinsi Jiangxi, China timur. (F. Xinhua)

NANCHANG (Kepri.co.id – Xinhua) – Baru-baru ini, Jinggangshan, daerah pegunungan yang terkenal dengan sejarah revolusioner dan pemandangan alamnya yang indah di Provinsi Jiangxi, China timur, menyambut kunjungan Abraham Paul Liyanto, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Abraham mengunjungi desa-desa setempat, untuk bertukar pandangan mengenai kerja sama pengentasan kemiskinan dan revitalisasi pedesaan antara Indonesia dan China.

Jinggangshan, yang pernah tercatat sebagai salah satu daerah miskin di China, masuk dalam daftar gelombang pertama wilayah yang terbebas dari jerat kemiskinan di China pada Februari 2017. Sejak saat itu, perekonomian Jinggangshan terus berkembang dengan nilai pendapatan per kapita yang dapat dibelanjakan meningkat dari 9.606 Yuan (1 Yuan = Rp2.296) pada 2017 menjadi 18.436 Yuan pada 2025.

Di Jinggangshan, Abraham mengunjungi Desa Shenshan, yang sebelumnya sulit dijangkau karena lokasinya yang terpencil dan kondisi jalan yang rusak. Peng Zhanyang, Kepala desa tersebut, dengan ramah menyambut Abraham dan menunjukkan foto-foto desa itu pada masa lalu.

“Sebelum pengentasan kemiskinan, kami hanya dapat menyusuri jalur lumpur yang berliku-liku dan menempati rumah-rumah yang dibangun dengan tanah dan batu,” ujar Peng.

Namun, warga Desa Shenshan kini dapat menikmati jalan beraspal yang memisahkan jalur mobil dan pejalan kaki. Lapangan parkir, pabrik pengolahan air limbah, dan toilet umum yang bersih disediakan untuk warga dan wisatawan.

Foto yang diabadikan pada 10 April 2025 ini, menunjukkan Abraham Paul Liyanto (pertama dari kanan), anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia dari Provinsi Nusa Tenggara Timur, mengunjungi sebuah pabrik ukiran kayu dan bambu di Jinggangshan, Provinsi Jiangxi, China timur. (F. Xinhua)

“Perubahan di desa ini begitu menakjubkan,” ujar Abraham, “banyak desa di Indonesia masih kurang berkembang, saya ingin mendapatkan inspirasi dari pengalaman China yang mengentaskan kemiskinan dan mewujudkan pembangunan.”

Salah satu “jawaban” itu adalah memadukan sumber daya alam dan tenaga pekerja pedesaan setempat dan mengintegrasikan kerajinan tangan dengan industri pariwisata.

Didampingi Peng, Abraham mengunjungi rumah Zuo Chunren, seorang petani di desa itu.

Saat menyambut Abraham, Zuo memamerkan ukiran kayu dan bambu ciptaannya kepada Abraham. Zuo mengatakan dahulu, keluarganya hanya dapat mencari nafkah di kota-kota yang lokasinya jauh.

“Sekitar 10 tahun lalu, desa kami memutuskan untuk memanfaatkan kekayaan sumber daya bambu di sini guna mengembangkan industri kerajinan tangan dan pariwisata. Saya dan kakak laki-laki saya kembali ke desa dan berupaya meningkatkan mata pencaharian melalui teknik pembuatan ukiran bambu,” kenang Zuo.

Dalam beberapa tahun terakhir, pendapatan Zuo semakin meningkat dan mencapai sekitar 100 ribu Yuan per tahun. Hal itu tak lepas dari tren pariwisata pedesaan yang sedang meningkat di seluruh China, dengan semakin banyak wisatawan tertarik pada kerajinan yang bernuansa alami.

“Indonesia juga memiliki banyak desa yang memiliki sumber daya bambu dan kayu, tetapi banyak pekerja lokal yang minim keterampilan sehingga penjualannya kurang memuaskan, bagaimana caranya mengatasi masalah ini?” ujar Abraham bertanya.

Foto dokumentasi ini, menunjukkan pemandangan pedesaan di Jinggangshan, Provinsi Jiangxi, China timur. (F. Xinhua)

Didampingi warga setempat, Abraham mengunjungi sebuah pabrik bambu di Desa Mayuan yang lokasinya berdekatan dengan Desa Shenshan. Di bengkel kerja pabrik itu, tas, mebel, dan mainan yang terbuat dari bambu sedang diolah, dan layar komputer menunjukkan situs pesanan dan produksi dalam waktu nyata.

Manajer perusahaan itu menyampaikan kepada Abraham, pihaknya memberikan kursus kerajinan tangan kepada warga setempat yang tertarik dan memanfaatkan penuh e-commerce. Adapun, pendapatan tahunan perusahaan itu telah melampaui 5 juta Yuan per tahun.

Di Jinggangshan, Abraham juga mengamati penerapan filosofi “pengentasan secara spesifik” di China, yaitu menyusun dan melaksanakan kebijakan pengembangan ekonomi secara penuh dengan mempertimbangkan kondisi berbagai daerah.

Selain desa yang mengembangkan industri kerajinan tangan, Abraham juga mengunjungi desa-desa yang berfokus pada penanaman buah persik, pengembangan jasa boga dengan cita rasa lokal yang autentik, dan lain-lain.

Foto dokumentasi ini, menunjukkan pemandangan pedesaan di Jinggangshan, Provinsi Jiangxi, China timur. (F. Xinhua)

“Pemerintah yang sangat mendukung pembangunan infrastruktur, keterlibatan perusahaan-perusahaan dalam penanaman, pengembangan industri kebudayaan dan pariwisata, pendidikan dan pelatihan yang tepat serta mode pembangunan yang terintegrasi namun dibedakan secara spesifik, merupakan poin-poin penting yang dapat diambil sebagai pelajaran oleh Indonesia, ini menurut pandangan saya,” ungkap Abraham.

Dalam beberapa tahun terakhir, Jiangxi Science and Technology Normal University memprakarsai sebuah perhimpunan pendidikan kejuruan internasional yang membantu banyak negara mitra melatih tenaga kerja kejuruan yang terampil, termasuk beberapa perguruan tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Wakil Presiden Jiangxi Science and Technology Normal University, Zheng Pengwu, menyampaikan, pihaknya akan mendorong lebih banyak perusahaan, peneliti dan ahli teknik untuk mengunjungi desa-desa di Indonesia serta mengikuti program pelatihan setempat.

“Di sini, saya melihat adanya harapan pengentasan kemiskinan melalui kerja sama kami,” tutur Abraham.  (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT: 

Menilik Budi Daya Kepiting di China Utara yang Datangkan Kemakmuran bagi Penduduk Desa

Desa Bali di Hainan jadi Jembatan Persahabatan China-Indonesia

Rombongan Kades Asal Indonesia Studi Banding ke Chengdu, Pelajari Revitalisasi Pedesaan di China

Pejabat Kemendes PDTT RI Kunjungi China, Serukan Perluas Kerja Sama Pedesaan

Hubei di China Genjot Pembangunan Tiang Pengisian Daya NEV di Pedesaan

Warganet di Pedesaan China Gandrungi Belanja Secara Daring

Desa Shixia di China Manfaatkan Sumber Daya Tembok Besar untuk Kembangkan Pariwisata

 

Exit mobile version