Kadin Kota Batam Soroti Dampak Blackout, Dorong PLN Perkuat Keandalan Listrik

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam, Roma Nasir Hutabarat. (F. Dok Roma Nasir Hutabarat)

BATAM, Kepri.co.id — Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam, Roma Nasir Hutabarat yang akrab disapa Nasir menyampaikan, keandalan listrik adalah fondasi industri, lapangan kerja, pariwisata, dan kepercayaan investor.

Kadin Kota Batam menyoroti dampak blackout atau pemadaman listrik terhadap aktivitas ekonomi Batam, mulai dari industri manufaktur padat karya, sektor perhotelan, restoran, cafe (pariwisata), hingga usaha mikro kecil menengah (UMKM), perdagangan daring, serta pekerja ekonomi digital, seperti pengemudi ojek online dan kurir barang dan makanan.

Nasir menegaskan, keandalan pasokan listrik merupakan kebutuhan mendasar, menjaga produktivitas usaha, kepastian investasi, dan keberlangsungan lapangan kerja.

”Gangguan listrik bukan hanya persoalan teknis, tetapi berdampak luas terhadap produksi, pelayanan, pendapatan pekerja, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, diperlukan evaluasi menyeluruh dan langkah konkret, agar kejadian serupa dapat diminimalkan,” tegas Nasir

Kadin Kota Batam menyampaikan, pihaknya telah berupaya menemui secara langsung pimpinan PLN Batam maupun menghubungi Humas PLN Batam di Kantor PLN Batam, untuk memperoleh penjelasan resmi.

Namun, konfirmasi pasti belum didapatkan, karena pihak terkait masih berada di lapangan.

”Kami memahami pentingnya penanganan teknis di lapangan. Namun, dunia usaha membutuhkan informasi yang jelas, mengenai penyebab gangguan, langkah pemulihan, dan upaya pencegahan ke depan,” ujarnya.

Dampak blackout yang terjadi di Kota Batam, telah menimbulkan kerugian bagi banyak pelaku usaha dari kecil, menengah hingga perusahaan besar, karena telah menyebabkan berhentinya produktivitas.

Banyak rumah tangga/ masyarakat luas yang mengalami dampak langsung, karena piranti listrik kebutuhan rumah tangga tak ada yang dapat digunakan.

”Kami berharap, pihak PLN segera mengatasi permasalahan ini, sehingga pasokan listrik kembali normal dan sedapat mungkin dapat memberikan kompensasi kepada masyarakat terdampak,” ujar Nasir.

Atas kondisi tersebut, Kadin Kota Batam mendorong beberapa langkah prioritas:

1. Evaluasi teknis menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebab gangguan dan titik kritis sistem kelistrikan.
2. Penguatan infrastruktur listrik sejalan dengan pertumbuhan industri, investasi, pariwisata, dan kebutuhan masyarakat Batam.
3. Transparansi informasi mengenai wilayah terdampak, perkembangan penanganan, dan estimasi pemulihan apabila tersedia.
4. Koordinasi rutin antara PLN Batam, pemerintah, Kadin, kawasan industri, serta pelaku usaha memperkuat mitigasi risiko.
5. Pemetaan dampak ekonomi terhadap industri, UMKM, pariwisata, dan pekerja sektor ekonomi digital, sebagai bahan evaluasi bersama.

Nasir menegaskan, Kadin Kota Batam tidak bermaksud menyudutkan pihak mana pun, melainkan mendorong penyelesaian yang konstruktif, demi kepentingan masyarakat dan dunia usaha.

”Kami berharap, peristiwa ini menjadi momentum memperkuat keandalan sistem kelistrikan dan komunikasi dengan pelanggan. Batam membutuhkan pasokan listrik yang andal, agar tetap kompetitif sebagai pusat industri, perdagangan, logistik, dan pariwisata,” tutupnya. (asa)

BERITA TERKAIT:

Kadin Batam-BP Batam Perkuat Sinergi Benahi Hambatan Dunia Usaha dan Investasi

Ketua Kadin Batam Serukan Gerakan ”Ayo Berkadin”, Jadikan Kadin Rumah Bersama Pengusaha

Pleno Tetapkan Nasir Hutabarat, Mukota Kadin Batam Siap Berikan Arah Baru Ekonomi Kota

 

Exit mobile version