BLACKOUT 15 Jam Batam, Lengkap Sudah Derita Rakyat!

Erwin Depari SH

Ketua Mandataris DPP FBN RI DPW Kepri

SAYA, Erwin Depari SH, Ketua Mandataris DPP Forum Bela Negara (FBN) RI DPW Kepulauan Riau (Kepri), dengan ini menyatakan sikap keras atas pemadaman total listrik dan air di Batam, Bintan, Tanjungpinang pada Senin, 12 Oktober 2026 dari pukul 07.00 WIB sampai 22.00 WIB.

Lengkap sudah derita warga Batam, dengan masih buruknya kualitas udara, tiba-tiba listrik BLACKOUT yang berdampak dengan mati air serta jaringan internet.

Mirisnya, pada saat Listrik BLACKOUT, diduga di Kantor PLN Batam lampunya menyala, isi mobil listrik masih tersedia, (sumber viral di siber Batam) sementara masyarakat, lebih dari 12 jam menderita gelap gulita, tidak bisa mandi, tidak bisa masak, dan kegiatan perekonomian terhambat!

Hal ini sangat merugikan masyarakat! Ini bukan gangguan kecil, ini melumpuhkan urat nadi kehidupan!

Pemerintah harus melakukan audit secara menyeluruh kepada PLN Batam. Apakah PLN tidak kontrol kebutuhan listrik kah? Tidak kontrol peremajaan mesin pembangkit yang sudah tua kah? Mana reserve margin/ cadangan pembangkitnya?

Bagaimana bisa satu gangguan sistem bisa membuat satu provinsi lumpuh total, tanpa pemberitahuan? Warga Kabil, Nongsa, Batam Center, Batuaji, Lubukbaja sampai Tiban tidak sempat menampung air, karena tidak ada warning! Pabrik berhenti, usaha mikro kecil menengah (UMKM) rugi miliaran, sinyal handphone (HP) down, lalu lintas kacau karena kabut asap juga.

Ini adalah bentuk kelalaian dan kegagalan manajemen krisis! PLN Batam hanya bilang “gangguan sistem dan masih investigasi” – itu bukan jawaban untuk masyarakat yang 15 jam menderita!

Sesuai pasal 28A UUD 1945 yang menyatakan “Setiap orang berhak untuk hidup serta mempertahankan hidup dan kehidupannya“. FBN RI DPW Kepri wajib bersuara. Bela negara adalah bela rakyat.

Diam saat rakyat menderita, adalah pengkhianatan terhadap nilai bela negara itu sendiri. Sikap FBN, membela kemerdekaan orang banyak itu, pantas dan konstitusional. 

Maka kami:

1. MENGECAM KERAS PT PLN Batam dan Badan Pengusahaan (BP( Batam. Jangan hanya minta maaf. Berikan penjelasan terbuka dan transparan ke publik!

2. MENUNTUT Menteri ESDM dan Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bapak Bahlil Lahadalia memanggil dan mengaudit total sistem kelistrikan Batam, serta seluruh yang terkait dengan sumber energi yang digunakan oleh PLN, serta kondisi mesin-mesin tua di Tanjung Kasam dan Tanjunguncang.

3. MENDESAK pembangunan sistem cadangan (backup system) yang nyata dan standar operasional prosedur (SOP) pemberitahuan dini. Tidak boleh lagi mati mendadak 15 jam!

4. MENUNTUT KOMPENSASI nyata bagi warga dan pelaku usaha yang dirugikan.

5. Jika tidak ada transparansi, FBN RI DPW Kepri akan mempertanyakan langsung dan melayangkan laporan resmi ke Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI dan Komisi VII DPR RI guna bela rakyat.

Jangan main-main dengan hajat hidup orang banyak di wilayah perbatasan! Salam Bela Negara! ***

*) Semua isi opini ini tanggung jawab penulis, bukan sikap redaksi.

Exit mobile version