Lang Laut Lewat PT Korp Mekar Galang Rekrut 1.000 Pemuda Pemudi Pesisir Dipekerjakan ke Perusahaan

Pendiri Lang Laut Provinsi Kepri, Suherman SE MM didampingi Direktur PT Korp Mekar Galang, Maju Ginting memberikan pengarahan pada pemuda/ pemudi Melayu mendapatkan pembekalan di Sekretariat Lang Laut Provinsi Kepri di Ruko Taman Golf Sukajadi, Batam, Kamis (12/9/2024). (F. rud)

BATAM (Kepri.co.id) – Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Lang Laut berbasis entitas Melayu, melalui badan usaha PT Korp Mekar Galang, merekrut 1.000 pemuda/ pemudi pesisir dipekerjakan ke perusahaan yang ada di Kota Batam.

“Lang Laut meminta kebijakan pemerintah setempat maupun pengusaha atau investor yang masuk ke Batam, terlebih dahulu harus menghargai masyarakat setempat dipekerjakan. Melayu jangan dijadikan lips service slogan ditinggikan seranting, dihormati sedahan,” ujar Pendiri Lang Laut Provinsi Kepri, Suherman SE MM di Sekretariat Lang Laut Provinsi Kepri di Ruko Taman Golf Residence Sukajadi, Batam, Kamis 912/9/2024).

Baca Juga: Lang Laut Minta Kepolisian Tangkap Premanisme dan Mafia Tanah

Akan tetapi, lanjut Suherman, Lang Laut berharap pihak perusahaan maupun investor lebih mengedepankan Melayu selangkah di bumi persada leluhurnya. Menurutnya, sikap ini bukan anti kesukuan, bukan tidak menghargai dan menutup periuk orang atau rezeki orang lain.

Latihan baris-berbaris perekrutan pemuda/ pemudi Melayu dipekerjakan di Batam.

“Tapi, kami juga orang pulau (Melayu) ini butuh biaya untuk hidup, butuh biaya anak-anak kami melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, dan juga orang pulau kalau sakit itu ada biaya berobat,” ujar Suherman yang juga Komisaris PT Korp Mekar Galang.

Dengan adanya investasi yang masuk ke Batam, tentulah lapangan pekerjaan ada. “Tetapi, kami berharap kepada pihak pengembang atau investor harus mengutamakan putra putri Melayu yang ada di pulau-pulau Batam,” pinta Suherman.

Suherman menilai, selama ini perilaku yang dijalankan oleh perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Batam, pihaknya merasa sangat tidak adil.

“Batam ini dikelilingi perusahaan baik galangan kapal atau industri, tetapi kami orang Melayu hanya jadi penonton di kampung kami sendiri,” nilai Suherman.

Mirisnya, aku Suherman, perusahaan-perusahaan tersebut, merekrut tenaga kerja dari luar. “Kami juga ingin disetarakan dengan orang-orang yang datang ke Batam ini. Sama-samalah kita mencari rezeki, tetapi, mohon diutamakan Melayu yang punya kampung ini, dihargailah,” pinta Suherman.

Itu sebabnya, aku Suherman, Lang Laut melalui badan usaha PT Korp Mekar Galang melakukan perekrutan 1.000 tenaga kerja dari pemuda/ pemudi Melayu pesisir maupun etnis lain yang telah bermukim di Batam, untuk dipekerjakan ke perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Batam.

“Sekarang ini, mata pencaharian  masyarakat pulau khususnya nelayan sangat sulit. Bisa jadi itu ulah pemerintah, juga ulah perusahaan yang timbun-menimbun menyebabkan bakau mati. Akibatnya, udang lari, ketam sudah tidak ada, ikan pun sudah punah jauh ke laut,” keluh Suherman.

Perekrutan pekerja pemuda/ pemuda Melayu di Sekretariat Lang Laut Provinsi Kepri di Ruko Taman Golf Residence Sukajadi, Batam, Kamis 912/9/2024). (F. rud)

Ikuti Aturan Main

PT Korp Mekar Galang, kata Suherman, sebagai badan usaha yang dibentuk pengurus Lang Laut untuk mengikuti aturan main mempekerjakan pemuda/ pemuda Melayu serta masyarakat etnis lain, yang sudah bermukim di Kota Batam.

Kenapa dibuat perusahaan, jelas Suherman, karena dalam perusahaanlah dibuat mengikuti aturan-aturan.

“Kalau datang orang perorangan melamar pekerjaan, kadang kala ditanya pihak perusahaan itu, ada orang dalam atau tidak. Maka, kami mengikuti aturan yang berlaku. Kami sudah siap menyediakan perusahaan, serikat pekerja, mengurus izin-izin yang sesuai dibutuhkan undang-undang (UU) untuk mempekerjakan putra/ putri Melayu, dan entitas suku lain yang bermukim di Batam,” ungkap Suherman.

Setelah terbentuk badan usaha PT Korp Mekar Galang yang sudah memiliki izin lengkap, harap Suherman, pihak perusahaan ataupun investor bisa menerima badan usaha bentukan Lang Laut, mempekerjakan orang-orang yang berada di Batam, khususnya pulau-pulau di Belakangpadang, Galang, Bulang, Rempang, dan sekitarnya.

Pendiri Lang Laut Provinsi Kepri, Suherman SE MM (kiri) dan Direktur PT Korp Mekar Galang, Maju Ginting. (F. rud)

Siapkan SDM untuk PSN Rempang Eco-City

Lang Laut Provinsi Kepri mendukung proyek strategis nasional (PSN) Rempang Eco-City, untuk memajukan ekonomi dan mensejahterakan masyarakat setempat.

Sebagai antisipasi persiapan sumber daya manusia (SDM), kata Suherman, badan usaha PT Korp Mekar Galang telah melakukan perekrutan tenaga kerja serta melatih sesuai bidang-bidang keahliahnya.

“Artinya, jika investasi PSN Rempang Eco-City sudah berjalan, kami sudah siapkan SDM pekerjanya. Sehingga, itu tadi, jangan hanya lips service meningkatkan kesejahteraan masyarakat Melayu. Ini kami sudah siapkan SDM nya, agar pemerintah, perusahaan atau investor memperhatikan pemuda/ pemudi Melayu dipekerjakan,” terang Suherman.

Bahkan, ungkap Suherman, pihaknya sudah melakukan komunikasi formal dan informal dengan beberapa perusahaan yang akan menanamkan investasinya di PSN Rempang Eco-City.

“Dengan PT MEG, salah satu perusahaan besar yang akan berinvestasi di PSN Rempang Eco-City, kami sudah melakukan komunikasi. Kita lihat bukti dan keseriusan baik pemerintah maupun perusahaan, apakah lips service pemanis di mulut, atau benar-benar komitmennya mensejahterakan masyarakat Melayu atas PSN Rempang Eco-City ini,” tegas Suherman.

Kalau komitmen keberpihakan mempekerjakan pemuda/ pemudi Melayu benar-benar dilakukan PT MEG, kata Suherman, pihaknya berterima kasih, karena perusahaan lebih mengedepankan orang pribumi sendiri.

“Sebaliknya, kalau memang nanti perusahaan tersebut tidak bisa menerima kami sebagai orang Melayu, untuk dipekerjakan sebagai karyawan di sana, untuk apa guna atau manfaat perusahaan itu bagi kami, yang punya kampung,” ungkap Suherman.

Berhubung PSN Rempang Eco-City tersebut belum jalan, lanjut Suherman, pihaknya tetap berpikir positif ataskomitmen pemerintah dan perusahaan dengan janjinya, mensejahterakan masyarakat Melayu setempat.

“Tenaga kerja yang dibutuhkan untuk PSN Rempang Eco-City nanti dari puluhan ribu sampai ratusan ribu orang. Mungkin 20 atau 30 persen saja orang pulau dipekerjakan pada PSN Rempang Eco-City, sudah tak cukup orang Melayu untuk kami salurkan ke perusahaan tersebut,” beber Suherman.

Setelah proporsional pekerja Melayu terpenuhi, kata Suherman, baru diambil tenaga kerja dari luar Batam. “Itu harapan saya sebagai pendiri Lang Laut Provinsi Kepri. Bagaimanapun, kita butuh biaya hidup. Hari ini, masayarakat Melayu nelayan setempat sangat minim penghasilan. Apalagi anak petani, kalau lahan-lahan itu dibebaskan oleh pihak perusahaan, secara otomatis anak petani sudah tak bisa lagi berkebun di sana,” jelas suherman.

Perjuangkan Melayu, Lobby Pihak Perusahaan

Direktur PT Korp Mekar Galang, Maju Ginting yang juga Komandan Satgas Lang Laut Provinsi Kepri, menegaskan, badan usaha yang mereka pimpin akan memperjuangkan Melayu bekerja dengan melakukan lobby-lobby kepada pihak perusahaan.

“Kita harus menjunjung kearifan lokal, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Perusahaan mencari keuntungan di bumi Melayu ini, harus adalah keberpihakan pada Melayu. Proporsional saja, mempekerjakan pemuda/ pemudi Melayu. Selebihnya, baru pekerja dari luar,” ujar Maju.

Maju yang bukan orang Melayu, merasa dirinya mencari nafkah di bumi Melayu dan membesarkan keluarga di bumi Melayu, sudah merasa mengikatkan diri dengan bumi Melayu.

“Itu sebabnya, di bawah Lang Laut Provinsi Kepri, kami mendirikan badan usaha PT Korp Mekar Galang ini. Filosofi dan semangat bersama Panglima Lang Laut, Bung Suherman, komi komitmen mempekerjakan putra/ putri Melayu pesisir. Sehingga, tidak ada ketimpangan pembangunan baik dalam sosial maupun ekonomi,” pungkas Maju. (asa)

Exit mobile version