BEIJING (Kepri.co.id – Xinhua) – Industri data berkembang pesat menjadi sektor yang membawa perubahan signifikan di China, berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan transformasi digital di negara tersebut. Industri data ini, berdampak luas di berbagai sektor.
Tahun lalu, total data yang dihasilkan secara nasional mencapai 32 zetabita, setara sumber daya digital lebih dari 10 juta perpustakaan nasional, menurut Administrasi Data Nasional (National Data Administration/ NDA) China.
Bermula dari penerapan teknologi data mengembangkan produk dan layanan, industri data merupakan bentuk industri yang mencakup berbagai aktivitas digital.
Termasuk pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan, pengelolaan, penerapan, sirkulasi, dan transaksi data.
Mengingat konsep “mahadata” (big data) yang tadinya abstrak telah diintegrasikan secara luas ke dalam praktik bisnis, hal itu membuka peluang signifikan bagi perusahaan-perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan memperluas jangkauan pasar mereka.
Nilai pasar industri basis data China melampaui 52 miliar Yuan (1 Yuan = Rp2.223) atau sekitar 7,28 miliar Dolar AS (1 Dolar AS = Rp15.963) pada 2023. Jumlah itu diperkirakan akan mencapai 93,03 miliar Yuan per 2028 mendatang.
Pertumbuhan ini ditopang sektor transaksi data, mengalami ekspansi stabil dan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Tahun 2022, nilai pasar transaksi data secara keseluruhan mencapai 87,68 miliar Yuan, menyumbang 13,4 persen dari total pasar data global, dan diproyeksikan akan melampaui 500 miliar Yuan tahun 2030 mendatang, tunjuk data industri.
Berkontribusi pada pertumbuhan yang dinamis ini, jumlah bisnis berbasis data (data-driven) di China, melonjak dari 110.000 menjadi lebih dari 1 juta dalam satu dekade terakhir.
Perusahaan-perusahaan tersebut, memainkan peran penting memaksimalkan nilai elemen data dan mendorong ekspansi dan inovasi lebih lanjut di seluruh industri data.
“Pada tahap perkembangan, baru ini di mana data telah menjadi faktor baru produksi, kita menyaksikan munculnya faktor-faktor produksi baru, ruang data baru, dan infrastruktur baru, serta kebangkitan dan evolusi bentuk industri baru,” ujar Zhang Xianghong, profesor di Universitas Jiaotong Beijing.
Merespons lanskap yang berkembang di sektor yang melesat maju tersebut, para pembuat kebijakan di China telah memfokuskan perhatian mereka mendukung, memajukan, dan memandu pengembangan industri data.
Kendati industri itu terkait erat dengan teknologi informasi dan sektor internet, industri tersebut memiliki karakteristik pengembangan unik yang memerlukan kebijakan yang tepat sasaran, ungkap pejabat NDA Zhang Wang dalam sebuah konferensi pers belum lama ini.
Zhang menuturkan, pemerintah China sedang merumuskan kebijakan yang tepat sasaran bagi bisnis-bisnis yang ingin melakukan terobosan teknologi, menjajaki sirkulasi data, dan menyempurnakan infrastruktur, yang akan mendukung ekosistem data yang lebih dinamis dan inovatif.
Menurut rencana aksi yang dirilis bersama oleh NDA dengan beberapa lembaga pemerintah lainnya pada akhir tahun 2023 lalu, per akhir tahun 2026, cakupan dan kedalaman aplikasi elemen data di China akan diperluas secara signifikan, dengan tingkat pertumbuhan tahunan melebihi 20 persen dan skala transaksi data menjadi dua kali lipat.
Melalui penyelarasan industri data yang sedang berkembang dengan dorongan digitalnya yang lebih luas, China juga mempercepat kemajuan dalam domain digital lainnya.
Antara lain komputasi awan (cloud computing), kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI), dan perdagangan elektronik (e-commerce).
Hingga akhir tahun 2024 lalu, jumlah paten penemuan AI yang valid di China telah mencapai 378.000, dengan tingkat pertumbuhan melampaui 40 persen, 1,4 kali lipat dari rata-rata global, menurut sebuah laporan dari Akademi Teknologi Informasi dan Komunikasi China (China Academy of Information and Communications Technology).
Hal yang paling penting dalam pencapaian ini, infrastruktur digital China yang ekspansif. Jumlah stasiun pemancar atau base station 5G di China, telah bertambah menjadi hampir 3,92 juta hingga akhir Juni 2024, mewakili peningkatan bersih sebanyak 540.000 dibandingkan akhir tahun 2023 lalu.
Sebuah laporan resmi terbaru memprediksi, seiring percepatan pembangunan infrastruktur digital di seluruh negara tersebut, industri data akan mempertahankan pertumbuhan pesat, yang selanjutnya akan merambah sektor-sektor lainnya serta, mendorong transformasi dan peningkatan industri-industri konvensional.
Ke depan, Zhang menuturkan, negara itu akan sepenuhnya memanfaatkan perangkat kebijakan untuk mengembangkan industri data, termasuk menerapkan langkah-langkah yang disesuaikan menggenjot investasi, membina talenta, dan mendorong klaster industri di sektor tersebut. (hen/ xinhua-news.com)
