ACEH (Kepri.co.id) – Penasihat Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Prof Dr Dudung Abdurachman SE MM MH, melakukan rangkaian kunjungan kerja ke wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh pada 7–9 Januari 2026.
Kunjungan ini bertujuan, meninjau langsung kondisi lapangan sekaligus memastikan percepatan penanganan darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah, memaparkan kondisi terkini dampak bencana yang melanda hampir seluruh kabupaten dan kota di Aceh. Pemerintah pusat, kata dia, telah menyiapkan alokasi bantuan awal sebesar Rp1 triliun untuk setiap kabupaten/ kota, dengan total anggaran sementara mencapai sekitar Rp33 triliun.
”Allah mengabulkan semua. Sekarang per kabupaten/ kota mendapatkan Rp1 triliun dari Presiden. Jadi, total anggaran untuk Aceh sekitar Rp33 triliun, itu masih tafsiran awal,” ujar Fadhullah.
Ia menegaskan, anggaran tersebut sangat mungkin bertambah, apabila rehabilitasi dan rekonstruksi tidak segera dilakukan, mengingat kerusakan infrastruktur dan permukiman terus berkembang seiring waktu.
Berdasarkan data sementara Pemerintah Aceh, sekitar 144.600 unit rumah terdampak bencana, dengan tingkat kerusakan bervariasi mulai dari ringan, sedang, hingga rusak berat.
Dalam kunjungan tersebut, Jenderal Dudung menyerahkan bantuan secara simbolis berupa perangkat Starlink lengkap dengan power supply, sebagai bagian dari total 100 unit bantuan komunikasi dan logistik yang disalurkan secara bertahap.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Wakil Gubernur Aceh dan disaksikan Ketua DPRD Aceh Zulfadli A Md, Kapolda Aceh Irjen Pol Drs Marzuki Ali Basyah MM, serta Brigjen TNI Yudhi Fitri yang mewakili Pangdam Iskandar Muda.
Dari hasil peninjauan lapangan ke Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, hingga Kabupaten Pidie Jaya, Jenderal Dudung bersama Wakil Gubernur Aceh, mendapati masih banyak desa yang terisolasi. Meski bantuan telah mulai masuk, keterbatasan sarana komunikasi dan akses menjadi kendala utama.
”Masih ada desa-desa yang terisolasi. Bahkan. ada wilayah yang terdampak dengan ketinggian air mencapai empat Meter atau lebih. Tidak sedikit pula desa yang tertutup dan hilang akibat bencana,” ungkap Jenderal Dudung.
Didampingi Bupati Aceh Utara, Dandim, dan Kapolres setempat, Jenderal Dudung menyampaikan kepada masyarakat bahwa berbagai langkah darurat telah dilakukan, dan ke depan akan dilanjutkan tahap rekonstruksi yang lebih terstruktur.
”Alhamdulillah, bersama Bupati dan Ketua Satgas wilayah Kabupaten Aceh Utara, sudah banyak langkah awal yang dilakukan. Tahap berikutnya, akan diturunkan tim rekonstruksi yang dipimpin Bapak Tito Karnavian selaku Ketua Satgas Percepatan Pemulihan Rehabilitasi dan Rekonstruksi. Bapak Presiden sangat konsentrasi terhadap persoalan ini,” tegasnya.
Selain agenda peninjauan, Jenderal Dudung juga melaksanakan Salat Subuh berjamaah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Dalam tausiyah singkatnya, ia mengajak jamaah untuk tetap bersyukur dan memperkuat ikhtiar dalam menghadapi musibah.
”Kita patut bersyukur, karena masih diberi nikmat berkumpul dan beribadah. Mari kita berdoa, agar Allah SWT memudahkan langkah kita bersilaturahmi dan berikhtiar di jalan-Nya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan tidak saling menyalahkan di tengah musibah. Menurutnya, narasi negatif di media sosial justru dapat melemahkan semangat kebersamaan, padahal TNI, Polri, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat tengah bahu-membahu membantu korban bencana.
Dalam pertemuan dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama, Jenderal Dudung menegaskan, pertahanan nasional bukan hanya tanggung jawab TNI dan Polri, melainkan seluruh elemen bangsa.
”Bangsa ini tidak boleh kendor semangatnya menjaga persatuan dan kesatuan. Peran masyarakat sipil, pemerintah, dan tokoh masyarakat sangat penting. Kita semua punya kewajiban menjaga pertahanan nasional,” katanya, seraya memuji kegigihan rakyat Aceh sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga pembangunan nasional saat ini. (asa)
BERITA TERKAIT:
