PM Australia Sebut Netanyahu Sengaja “Pungkiri” Penderitaan Warga Gaza

PM Australia Sebut Netanyahu Sengaja "Pungkiri" Penderitaan Warga Gaza
Layar laptop ini menunjukkan sebuah siaran konferensi pers Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese pada 11 Agustus 2025. Albanese pada Senin (11/8/2025) mengatakan, Australia akan secara resmi mengakui Negara Palestina dalam sesi ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dijadwalkan pada September 2025 mendatang. (F. Xinhua/Ma Ping)

CANBERRA (Kepri.co.id –  Xinhua) – Perdana Menteri (PM) Australia, Anthony Albanese menuding PM Israel, Benjamin Netanyahu sengaja “memungkiri” penderitaan warga sipil di Gaza.

Satu hari setelah mengumumkan keputusan Australia untuk mengakui Negara Palestina dalam sesi ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dijadwalkan pada September 2025 mendatang, Albanese pada Selasa (12/8/2025) mengungkapkan, rasa frustrasi terhadap sikap pemerintahan Netanyahu, turut mendorong pengambilan keputusan bersejarah tersebut.

Dia menyampaikan kepada saluran televisi Australian Broadcasting Corporation (ABC) pada Selasa (12/8/2025), bahwa dirinya telah berbicara langsung dengan Netanyahu pada Kamis (7/8/2025) pekan lalu, untuk memberitahu tentang keputusan Australia yang akan mengakui status kenegaraan Palestina.

“Dia (Netanyahu), sekali lagi, mengatakan kepada saya apa yang telah dikatakannya secara terbuka, yaitu mengingkari konsekuensi yang menimpa orang-orang tak bersalah,” kata Albanese menanggapi respons PM Israel itu.

 “Keputusan pemerintahan Netanyahu, pertama-tama, adalah penghentian bantuan seperti yang telah kita lihat selama ini, dan kemudian jatuhnya korban jiwa yang kita lihat di sekitar titik-titik lokasi pendistribusian bantuan, di mana warga yang mengantre untuk mendapatkan bantuan makanan dan air bersih, justru harus kehilangan nyawa, sungguh tidak dapat diterima.”

Saat menyampaikan pengumuman di Gedung Parlemen Australia di Canberra pada Senin (11/8/2025) bersama Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong, Albanese menjelaskan, langkah pemerintahannya untuk mengakui Negara Palestina merupakan bagian dari upaya terkoordinasi global, untuk membangun momentum bagi solusi dua negara.

Pada Selasa (12/8/2025), PM Australia itu menyampaikan kepada ABC, dirinya berharap keputusan ini akan dikenang sebagai bentuk peran Australia dalam mengakhiri “siklus kekerasan” di Timur Tengah.  (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

Kanada Kecam Israel atas Bencana Kemanusiaan di Gaza

Prancis Tolak Aneksasi Gaza dan Tepi Barat oleh Israel

Eropa Kecam Rencana Pengambilalihan Gaza oleh Israel, Peringatkan Krisis yang Memburuk

Pejabat PBB Peringatkan Perluasan Operasi Militer Israel di Gaza

Presiden Mesir Sambut Baik Keputusan Inggris untuk Akui Negara Palestina

Utusan China Sampaikan Peringatan tentang Kemungkinan Pendudukan Israel atas Seluruh Gaza

Sistem Layanan Kesehatan yang Hancur Akibat Serangan Israel Perparah Derita Pasien Gaza

Exit mobile version