BAGHDAD (Kepri.co.id – Xinhua) – Hari Dunia Menentang Pekerja Anak 2024 jatuh pada Rabu (12/6/2024). Pemerintah Irak berjuang keras menekan pertumbuhan pekerja anak, di saat ribuan keluarga miskin terpaksa mengirimkan anak-anak mereka untuk bekerja karena situasi keuangan yang suram.
Invasi Amerika Serikat ke Irak tahun 2003, telah menghancurkan tatanan politik dan stabilitas sosial di negara itu serta menyebabkan keresahan politik, ekonomi, dan sosial yang serius.
“Nama saya Sajjad. Saya berusia 14 tahun. Saya duduk di kelas dua sebuah sekolah menengah. Saya bekerja untuk menyokong keluarga saya karena kondisi keuangan kami sulit,” ujar Sajjad, anak Irak.
Sajjad mengaku, bekerja untuk membantu ayah. Sebab, ayahnya tidak dapat bekerja karena sakit, dan juga untuk membantu keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Saya berharap anak-anak di Irak hidup dengan damai dan aman sehingga mereka tidak perlu bekerja saat masih kecil,” ujar Sajjad.
“Pendudukan Amerika telah menyebabkan bencana bagi masyarakat Irak, termasuk tidak ada aturan hukum dan kewibawaan negara, yang menyebabkan beberapa orang mengeksploitasi anak-anak dan menyuruh mereka bekerja,” ujar Mohammed Fahim, seorang pengacara.
Hukum Irak, kata Mohammed Fahim, melarang pekerja anak di bawah usia sah 15 tahun dan menjatuhkan sanksi kepada siapa pun yang melanggar hukum ini dengan hukuman penjara atau denda. (asa/ xinhua-news.com)
Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Baghdad. (XHTV)
