NANCHANG (Kepri.co.id – Xinhua) – “Coba pikirkan lakban plastik yang digunakan pada paket Anda. Memang praktis, tetapi ada satu masalah: lakban tersebut tidak dapat terurai secara hayati (biodegradable) dan merusak lingkungan. Hari ini, saya akan menunjukkan kepada Anda jenis lakban yang berbeda. Tepat di belakang saya, pabrik ini memproduksi lakban berbahan dasar bambu yang dapat terurai secara alami,” ujar Chen Yushan, Koresponden Xinhua.
Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Nanchang, China. (XHTV)
Material ramah lingkungan ini, dikembangkan oleh peneliti di sebuah lembaga penelitian di Ganzhou, Provinsi Jiangxi, China timur.
Teknologi ini mengekstrak selulosa dengan kemurnian tinggi dari bambu, dan melalui proses ekstrusi presisi, menghasilkan substrat film transparan.
Pada 2025, teknologi ini mulai memasuki tahap produksi industri di Kota Fuzhou, Provinsi Jiangxi.
Produk ini dapat digunakan untuk memproduksi secara massal lakban kemasan ramah lingkungan, kemasan medis steril, mulsa pertanian yang dapat terurai secara hayati, serta berbagai produk lainnya.
“Material baru berbahan dasar bambu ini memiliki keunggulan luar biasa, yakni menggunakan bambu alami sebagai bahan baku. Material ini sepenuhnya dapat terurai secara hayati tanpa menimbulkan polusi plastik. Bambu tumbuh dengan cepat dan dapat dipanen secara berkelanjutan, sehingga menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi plastik berbasis petroleum, yang bergantung pada sumber daya yang tidak dapat diperbarui,” ujar Li Xingxing, Direktur Pusat Penelitian Teknik Provinsi Jiangxi untuk Material dan Konversi Bambu Tingkat Lanjut. (hen/ xinhua-news.com)
