BATAM (Kepri.co.id) – Ketua DPRD Batam, Nuryanto mendukung pemerintah telah melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) rumah contoh, untuk warga relokasi terdampak pembangunan kawasan Rempang Eco-City di Tanjung Banon, Rabu (10/1/2024).
“Investasi yang baik itu untuk kepentingan masyarakat. Jika ada masyarakat yang enggan direlokasi dan faktanya memang ada, pemerintah harus merangkul mereka dengan pendekatan persuasif yang maksimal,” pesan Cak Nur, sapaan Nuryanto politisi PDIP ini.
Cak Nur berharap, pembangunan empat unit rumah contoh di tempat relokasi Tanjung Banon yang nantinya disebut Kampung Pengembangan Nelayan Maritime City, bisa menambah kepercayaan masyarakat mau direlokasi.
“Tujuan pemerintah itu kan melayani masyarakat. Investasi memang menggerakkan pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja, tapi layanan kepada masyarakat juga jangan sampai terabaikan,” ujar Cak Nur.
Terkait masyarakat Rempang yang demo menolak direlokasi berakhir ricuh dan saat ini sedang proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, kata Cak Nur, kalau tak bisa dibebaskan seminimalnya diberikan hukuman yang ringan.
“Kasihan, mereka itu masyarakat kita juga. Mereka demo mungkin belum mendapatkan informasi yang utuh, apa keuntungan masuknya investasi dan jaminan tempat tinggal mereka. Inilah pentingnya sosialisasi dan pendekatan kemanusiaan dari hati ke hati, biar berakhir bahagia,” ujar Cak Nur.
Di sisi lain, Cak Nur mengimbau kepada masyarakat yang enggan direlokasi, agar koperatif bertanya kepada pemerintah, supaya tidak miskomunikasi.
“Kalau ada investasi, insya Allah kampung kita bisa maju. Peluang kerja terbuka lebar, anak-anak kita bisa mengisi peluang kerja tersebut,” ujar Cak Nur. (asa)
