BATAM (Kepri.co.id) – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kepulauan Riau (Kepri) mulai merancang agenda besar menyambut fase krusial Piala Dunia 2026. Bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri, KPI berencana menggelar acara nonton bareng (Nobar) babak semifinal turnamen sepak bola terakbar sejagat tersebut.
Rencana strategis ini dibahas dalam pertemuan koordinasi santai antara jajaran komisioner KPI Kepri dan pengurus PWI Kepri di kawasan Batam Center, Batam, Rabu (8/7/2026) siang.
Ketua KPI Kepri, Ahmad Dani, menegaskan, dalam rencana nobar ini, pihaknya berkomitmen penuh mengawal seluruh proses perizinan dan legalitas hak siar, agar acara berjalan aman dan sesuai regulasi.
”Kami mengajak PWI dan mitra lainnya. Rencana kami akan menggelar nobar semifinal. Untuk lokasi, saat ini masih dirancang, opsinya bisa di Batam atau di Tanjungpinang,” ujar Ahmad Dani.
Tantangan Penyiaran di Era Digital
Selain membahas persiapan Nobar Piala Dunia 2026, pertemuan ini juga menjadi wadah konsolidasi kedua lembaga dalam menghadapi dinamika media yang kian kompleks. Ahmad Dani menilai, sinergi dengan PWI sangat krusial mengedukasi masyarakat di tengah gempuran media sosial.
”Konsolidasi dengan PWI ini cukup penting, agar KPI bisa menjalin kemitraan dalam menjalankan tugas yang kian menantang ke depan, baik terkait edukasi penyiaran maupun aspek lainnya. Kita perlu memperkuat kemitraan ini, mengingat tantangan KPI semakin bertambah di era sosial media dan perkembangan teknologi yang masif,” tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Dani didampingi barisan anggota komisioner KPI Kepri lainnya, yakni Ramon Damora, Walter Panjaitan, Tito Suwarno, dan Bambang Sumitro.
Rencana kolaborasi positif ini disambut hangat oleh pihak PWI. Ketua PWI Kepri, Saibansah Dardani, menyatakan kesiapan penuh untuk menyukseskan agenda nobar sekaligus program edukasi penyiaran ke depan.
”Kami siap mendukung dan menyukseskan hal tersebut (nobar). Ke depan, kita memang perlu menjalin kemitraan yang lebih produktif dan berdampak luas bagi masyarakat Kepri,” tutur Saibansah.
Kerja sama antara pengawas penyiaran dan organisasi pers ini, diharapkan tidak hanya memberikan hiburan legal bagi pencinta bola di Kepri, tetapi juga menjadi pemantik literasi media yang lebih sehat di wilayah perbatasan. (asa)
BERITA TERKAIT:
Gugatan Monalisa Terkait SK KPID Kepri Ditolak PTUN, Penggugat Ajukan Banding
BP Batam Sambut Baik Kolaborasi Semarakkan Piala Dunia 2026
