BATAM (Kepri.co.id) – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali menggelar rapat koordinasi terkait progres pembangunan Rempang Eco-City, Jumat (9/8/2024).
Dalam rapat, beberapa rencana strategis mendukung realisasi proyek pengembangan Kawasan Rempang sebagai The New Engine of Indonesian’s Economic Growth menjadi topik Utama.
Baca Juga: BP Libatkan Pemko dan PT Makmur Elok Graha Bahas Rempang Eco-City
Satu di antaranya, upaya memberdayakan masyarakat yang terdampak pembangunan agar lebih sejahtera dari sisi ekonomi apabila proyek ini terealisasi.
“Terkait pemberdayaan ini, BP Batam terus melakukan koordinasi intens dengan Pemko Batam,” ujar Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi BP Batam, Sudirman Saad.
Sudirman tak menampik, pemberdayaan masyarakat salah satu langkah penting mendukung percepatan investasi di Rempang. Sehingga, program yang terselenggara nantinya dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
Bentuk pemberdayaannya pun beragam, dua di antaranya bisa dengan menyiapkan pelatihan pengolahan ikan dan hasil laut, serta dukungan modal melalui program kredit usaha rakyat (KUR) kepada usaha mikro kecil menengah (UMKM) milik warga Rempang.
“Sebagaimana komitmen awal, proyek investasi ini harus memberi dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Warga lokal tidak boleh terpinggirkan, dengan hadirnya investasi di kampung mereka,” ujar Sudirman.
Baca Juga: Menko Airlangga Pimpin Rakor Penyelesaian PSN Rempang Eco-City
Ia juga menyampaikan, pengembang kawasan juga akan memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal. Dengan harapan, proyek dengan nilai investasi Rp381 triliun hingga tahun 2080 tersebut, dapat memberikan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat setempat.
“Pemberdayaan terhadap masyarakat tempatan, satu hal yang penting dan menjadi perhatian kita bersama,” pungkasnya.
Sementara, Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, menyampaikan, pihaknya sedang menggesa pengerjaan rumah baru yang berlokasi di Tanjung Banon.
“Mulai September 2024, kami sudah harus memindahkan warga ke hunian baru di Tanjung Banon secara bertahap, sesuai waktu pemindahan mereka di awal. Saat ini, prosesnya masih terus berjalan agar target itu bisa tercapai,” ujarnya.
Baca Juga: BP Prioritaskan Hak Warga Terdampak Pembangunan Rempang Eco-City
Tuty, panggilan akrab Ariastuty Sirait, mengatakan, jumlah warga yang sepakat bergeser ke hunian sementara pun terus bertambah tiap harinya.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 415 kepala keluarga (KK) yang telah mendaftar dan 656 KK yang datang ke posko berkonsultasi.
“Yang sudah bergeser ke hunian sementara sebanyak 163 KK. Kita terus berupaya, melakukan sosialisasi agar proyek ini mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya. (hen)
