TANJUNGPINANG (Kepri.co.id) – Kemelut menjamurnya bazar di beberapa wilayah di Kota Tanjungpinang kini mulai bermunculan. Salah satunya dari warga Perumahan Griya Surya Indah (GSI) Jalan Bandara Ganet Tanjungpinang.
Bazar yang memadati lokasi fasilitas umum (fasum) dan areal parkir depan ruko mulai meresahkan warga.
“Kami tak nyaman, karena mulai menutup pintu masuk dan ke luar perumahan, sehingga kami merasa terganggu,” keluh Nur, salah seorang warga.
Dari pantauan, bazar yang tadinya hanya untuk selama Ramadan lalu, telah habis masa waktu dan memang dikelola oleh salah seorang warga setempat.
“Kalau Ramadan bisalah, memang sangat kita dukung. Sebab, berdampak baik untuk kebutuhan dan berbagi rezeki dan fasum selama Ramadan tidak digunakan, tidak ada aktivitas selama Ramadan,” kata seorang ibu, ketika media ini mengajak bicara sekumpulan yang sedang duduk dan olahraga sore.
Beberapa pemuda yang ditemui media ini, memang mengakui keberatan. Sebab, pengelola kadang tak perhatikan kebersihan, keributan kadang terjadi, dan membuat tidak nyaman.
“Baiknya dihentikan saja, bazar untuk waktu tak ditentukan. Selain itu, izin kepada pamong warga dan pihak berwajib juga tak dikantongi pengelola. Namun, berani menempelkan logo Pemko dan Pemprov Kepri di spanduk bazar mereka,” tambah Ali.
Sementara itu, Ketua RW VIII Kelurahan Pinang Kencana, Heri, Jumat (9/5/2025) menyampaikan, dirinya sangat mendukung kegiatan ekonomi masyarakat di wilayahnya, apalagi pesertanya adalah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Terkait adanya keluhan dari warga Griya Surya Indah, yang merasa terganggu akibat aktivitas bazar tersebut, dirinya sudah menerima surat keberatan dari warga.
“Perwakilan warga GSI sudah pernah menemui saya, terkait keberatan tersebut. Namun, hingga saat ini belum ketemu titik temu,” katanya.
Ia juga berharap, kegiatan bazar jangan sampai mengganggu aktivitas dan kenyamanan warga sekitar.
“Waktu bazar yang dulu, ada rekomendasi surat pengantar perizinan yang saya ketahui dari Ketua RT. Namun, untuk bazar yang sekarang (berkah) belum ada,” ungkapnya.
Di sisi lain, Tino, pengelola bazar dengan nama UMKM Bazaar Berkah, ketika dihubungi melalui WhatsApp (WA), tidak menjawab. (dev)
BERITA TERKAIT:
Di Balik Tutupnya Matahari Deptstore dan Menjamurnya Lapak Bazar Kuliner
Hidupkan Wisata Heritage, PSMTI Tanjungpinang – Bintan Bazar Imlek
Bazar Kuliner Bidik Kunjungan Wisatawan
