HELSINKI (Kepri.co.id – Xinhua) – Kouvola, sebuah kota di Finlandia tenggara, menyambut baik keputusan TikTok membangun pusat data baru di kota itu, menekankan manfaat ekonomi dan strategis proyek tersebut yang signifikan, yang diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara lokal maupun nasional.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu (7/5/2025), Kota Kouvola menggambarkan proyek ini sebagai “investasi besar” yang secara substansial, dapat merangsang aktivitas ekonomi di daerah tersebut dan seluruh penjuru negeri.
Fasilitas yang dibangun di atas lahan seluas 34.000 Meter persegi ini, sedang dalam tahap pembangunan, dengan penyelesaian tahap pertama diperkirakan akan memakan waktu sekitar satu setengah tahun.
“Kami menyambut kehadiran TikTok di Kouvola. Investasi ini, yang luar biasa dalam kategorinya, dapat memperkuat status Kouvola sebagai pusat regional berkembang dan menegaskan daya tariknya sebagai tujuan investasi,” kata Wali Kota Kouvola Marita Toikka.
“Kami sangat senang dengan lapangan kerja yang tercipta dan dampak jangka panjang proyek ini, terhadap ekonomi dan vitalitas kawasan kami. Kota ini akan terus bekerja sama dengan para pengembang proyek,” ujar Toikka.
Proyek tersebut diprediksi akan menciptakan ratusan lapangan kerja selama tahap pembangunan, dan menawarkan peningkatan lapangan kerja jangka pendek. Setelah beroperasi, pusat data ini nantinya diharapkan dapat mendukung vitalitas ekonomi jangka panjang di Kouvola dan Finlandia bagian timur.
Selain itu, proyek ini juga akan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan melalui integrasi limbah panas, atau sisa energi panas yang dibuang ke atmosfer, ke dalam jaringan pemanas distrik.
Kepala Keuangan Kouvola, Hellevi Kunnas, memperkirakan kota tersebut dapat mengantongi sekitar 800.000 Euro (1 Euro = Rp18.785), atau 912.000 Dolar AS (1 Dolar AS = Rp16.533) per tahun, dalam pendapatan pajak kota, berdasarkan penciptaan sekitar 300 lapangan kerja baru yang terkait dengan proyek tersebut.
Selain Kouvola, proyek ini juga akan memperkuat posisi Finlandia sebagai destinasi menjanjikan dan kompetitif untuk operasi pusat data. Proyek pusat data ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan infrastruktur pendukung dan meningkatkan kemampuan teknologi informasi negara tersebut, papar pernyataan itu.
Memilih lokasi di Desa Koria, Kota Kouvola, pusat data ini sedang dikembangkan perusahaan investasi real estat asal Finlandia, HyperCo. Dengan total investasi sebesar 1 miliar Euro, fasilitas ini akan menjadi elemen kunci dari infrastruktur TikTok di Eropa.
TikTok mengonfirmasi proyek tersebut dalam siaran pers yang dirilis pada Selasa (6/5/2025).
“Proyek ini merupakan bagian inti dari Project Clover, inisiatif senilai 12 miliar Euro yang memberikan perlindungan terdepan di bidang industri, untuk data masyarakat Eropa kami yang berjumlah 175 juta orang,” kata TikTok.
Lebih lanjut TikTok menambahkan bahwa Finlandia, khususnya Kouvola, menawarkan lingkungan yang ideal untuk tahap pengembangan lebih lanjut bagi perusahaan tersebut, berkat infrastruktur digitalnya yang kuat, bauran energi yang bersih, tata kelola data yang baik, serta tenaga terampil di bidang teknologi yang unggul. (hen/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
Apa yang Mendorong ‘Pengungsi TikTok’ AS Beralih ke Aplikasi China RedNote?
Saham China yang Terkait Aplikasi Xiaohongshu Terus Melonjak
