ANAMBAS (Kepri.co.id) – Proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Anambas khususnya proyek pembangunan jalan tahun anggaran 2024 lalu, telah dikerjakan tepat waktu.
Dengan demikian, keberadaan fasilitas publik yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) itu, sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar.
Baca Juga: Tim Advokasi Rusli – Johari, Laporkan Dugaan Money Politic Pilkada Anambas
Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kepulauan Anambas, Amiruddin saat diwawancarai media ini, Selasa (7/1/2025).
Menurutnya, ada sejumlah paket pekerjaan pembangunan jalan di Kabupaten Kepulauan Anambas tahun 2024 lalu, pengerjaannya dinyatakan tepat waktu dan siap 100 persen.
Baca Juga: SKK Migas dan KKKS Wilayah Kepri Dukung Pembentukan Forum TJSLP di Kepulauan Anambas
Antara lain penanganan long segment Jalan Bukit Padi – Air Biru Kecamatan Jemaja Timur, dengan pagu dana Rp7,27 miliar, panjang penanganan mencapai 764 Meter.
“Selanjutnya paket Pekerjaan Long Segment Impol- Sunggak, pagu dana mencapai Rp6,97 miliar dengan panjang penanganan mencapai 940 Meter, juga dinyatakan siap 100 persen,” tegas Amiruddin.
Intinya, lanjut Amiruddin, dari sekian banyak pekerjaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Anambas, umumnya sudah terselesaikan tepat waktu. Khususnya paket pekerjaan yang bersumber dari DAK 2024.
Pernyataan Amiruddin ini, sekaligus menepis beberapa anggapan bahwa ada paket pekerjaan proyek pembangunan di Kabupaten Kepulauan Anambas yang pengerjaannya tidak sesuai jadwal.
Baca Juga: Cermin Dorong Pemekaran Provinsi Natuna-Anambas ke Komisi II DPR RI dan Presiden Terpilih
“Saya tegaskan, mayoritas pekerjaan pembangunan di Kabupaten Kepulauan Anambas sudah dikerjakan tepat waktu dan keberadaannya sudah bisa drasakan langsung oleh warga masyarakat sekitar,” tergas Amiruddin.
Perpendek Rentang Kendali
Mayoritas masyarakat Kabupaten Anambas, mengaku gembira dan menyambut baik keberadaan fasilitas publik berupa akses jalan tembus, menghubungkan antar desa/ kampung di pelosok Kabupaten Anambas tersebut.
Seperti diungkapkan Kente (44), tokoh muda Jemaja. “Sebelum ada akses jalan tembus kami selalu menggunakan moda transportasi pompong dengan rute melingkar. Ini selain memakan waktu, juga menyita biaya yang banyak. Adanya jalan tembus ini, jarak tempuh singkat serta biaya juga hemat,” ujar Kente seraya mengucapkan terima kasih kepada jajaran Dinas PU Kabupaten Anambas.
Baca Juga: KPU Coret 2 Caleg DPRD Kepri Dapil Natuna dan Anambas
Tak saja itu, sambung Kente, dengan adanya akses jalan tembus antar kampung juga sekaligus, membuka simpul-simpul perekonomian baru di sekitar sisi ruas jalan.
“Sekarang masyarakat bisa membawa atau menjual hasil usahanya, baik sebagai nelayan maupun petani melalui akses jalan baru itu, tidak harus menggunakan moda transportasi pompong lagi,” ujarnya. (tif)
