KAIRO (Kepri.co.id – Xinhua) – Presiden Mesir, Abdel-Fattah al-Sisi pada Selasa (5/8/2025) menyampaikan, perang Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza “melampaui batas logika atau justifikasi apa pun.”
Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Kairo. (XHTV)
Dia menambahkan, perang itu berubah menjadi “perang kelaparan, genosida, dan penghapusan perjuangan rakyat Palestina.”
Berbicara dalam sebuah konferensi pers gabungan bersama Presiden Vietnam, Luong Cuong yang sedang berkunjung ke Kairo, al-Sisi menuturkan, nyawa rakyat Palestina di Gaza dan Tepi Barat kini dimanfaatkan sebagai alat tawar-menawar politik.
Dia menyampaikan kembali seruannya kepada masyarakat internasional, untuk melakukan intervensi guna menghentikan perang itu dan menyalurkan bantuan ke Gaza.
Presiden Mesir tersebut memperingatkan, sejarah akan menuntut pertanggungjawaban banyak negara dan individu atas posisi mereka dalam perang Gaza. Al-Sisi juga menolak tudingan, Mesir terlibat dalam pengepungan Gaza.
Dia menekankan, perbatasan Rafah sisi Mesir tidak pernah ditutup selama perang yang saat ini masih berlangsung itu, maupun pada tahun-tahun sebelumnya.
Al-Sisi menyatakan bahwa saat ini, lebih dari 5.000 truk bantuan berada di wilayah Mesir, siap memasuki Gaza, dan Mesir telah memberikan lebih dari 70 persen bantuan kemanusiaan yang disalurkan ke wilayah kantong tersebut selama 21 bulan terakhir.
“Mesir akan selalu menjadi pintu gerbang masuknya bantuan, bukan pintu gerbang untuk pengungsian rakyat Palestina,” ujar al-Sisi.
Sejak 7 Oktober 2023, serangan Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 61.020 warga Palestina dan melukai 150.671 lainnya, menurut sebuah pembaruan yang dirilis oleh otoritas kesehatan di Gaza pada Selasa (5/8/2025).
Mesir terus melanjutkan upaya mediasi untuk mewujudkan gencatan senjata di Gaza, dan berulang kali mendesak penerapan solusi dua negara dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina di masa mendatang, guna mengakhiri konflik Palestina-Israel yang telah berlangsung puluhan tahun. (hen/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
Israel Setujui Masuknya Barang Secara Terbatas ke Gaza di Tengah Krisis Kelaparan
Kelaparan di Gaza Semakin Parah saat Kelangkaan Pangan Memburuk dan Bantuan Menyusut
Warga Gaza yang Kelaparan Antre Panjang Dapatkan Bantuan Makanan yang Terbatas
Sedikitnya 5 Tewas dan 100 Terluka di Dekat Pusat Distribusi Bantuan Kelolaan Israel dan AS di Gaza
Krisis Kemanusiaan di Gaza Memburuk
PBB: Pascapelonggaran Pembatasan, Bantuan yang Sampai ke Warga Gaza Hanya Meningkat Tipis
