BATAM (Kepri.co.id) – Dua kapal perang jenis kapal angkatan laut (KAL) 28 M produksi galangan PT Citra Shipyard Kota Batam, memperkuat armada TNI Angkatan Laut (AL).
Kedua kapal tersebut, yakni KAL Sembulungan dan KAL Hinako, dibuat selama 16 bulan di Batam.
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Muhammad Ali, memimpin pelaksanaan shipnaming dan launching kedua KAL 28 M, yang merupakan bagian integral dari pembangunan kekuatan militer TNI AL Indonesia.
Lalu, diberikan nama yang mengandung makna khusus. Nama “Sembulungan”, diambil dari pantai di Banyuwangi. Sementara nama “Hinako” berasal dari salah satu pulau di Nias.
Kasal, mengatakan, saat ini ada 282 kapal perang perkuat militer Indonesia, sebagian dibuat perusahaan galangan Batam dan saat ini TNI AL menggelar latihan menembak dengan meriam di Laut Natuna Utara.
“Dengan luasnya wilayah perairan di Indonesia. Sehingga, dinilai sangat penting menambah armada laut serta memperkuat KRI di jajaran TNI AL. Seperti membangun kapal patroli cepat,” jelas Kasal.
Nantinya, ujar Laksamana TNI Muhammad Ali, KAL Sembulungan ini akan ditempatkan memperkuat Lanal Banyuwangi dan Lantamal V Surabaya. Sedangkan KAL Hinako, akan ditempatkan di Lanal Nias, Lantamal II Padang.
Kasal menegaskan, komitmen TNI AL peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN), sebagai langkah mendukung perekonomian serta kemandirian bangsa.
“Ini bagian dkepentingan nasional, yang mampu menjadi solusi mengurangi ketergantungan negara luar terkait pemenuhan alutsista TNI AL di masa yang akan datang,” kata Ali, usai meluncurkan KAL 28 M, Senin (4/12/2023).
Langkah ini, jelas Kasal, sejalan dengan upaya pemerintah dalam pemenuhan alat utama sistem senjata (alutsista), serta peningkatan peran Indonesia, di dalam rantai suplai global.
“Saya berharap, agar industri pertahanan dalam negeri khususnya galangan kapal nasional, mampu menciptakan inovasi-inovasi yang dapat meningkatkan kemampuan. Supaya dapat berkompetisi di pasar global, melalui peningkatan kapasitas produksi, dan juga manajemen serta teknologi modern,” lanjutnya.
Ia juga mengucapkan rasa bangga dan terima kasih atas kerja sama yang telah dilakukan Tim Satgas KAL 28, Tim Produksi Citra Shipyard, dan vendor-vendor yang terlibat dalam proses pembangunan dua armada laut itu.
Sementara itu, Direktur Utama PT Citra Shipyard, Jovan, menambahkan, sampai saat ini pembangunan telah mencapai 87 persen, dan akan dilanjutkan proses pembangunan hingga penyempurnaan.
Selanjutnya, akan dilakukan proses delivery pada waktu yang telah ditentukan pada Januari 2024.
“Proses pembangunan dua kapal tersebut dimulai dari tapak desain, pekerjaan konstruksi, pekerjaan permesinan, dan pekerjaan finishing kapal murni dikerjakan 100 persen pekerja Indonesia,” kata Jovan.
Jovan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada PT Citra Shipyard, membangun armada TNI AL.
Pihaknya berharap, dengan selesainya dua KAL 28 M itu dapat mendukung tugas-tugas TNI AL menjaga kedaulatan dan keamanan nasional perairan laut Indonesia.
“Dengan peluncuran dua unit kapal KAL 28 ini, kami berharap sinergitas dan kepercayaan yang telah diberikan TNI AL, dapat terus berlanjut di kemudian hari dalam program alusista TNI AL,” kata Jovan.
Tentang KAL Sembulungan dan KAL Hinako
Kapal Sembulungan dan Hinako tersebut memiliki panjang 28,98 Meter, lebar 6,20 Meter, draught 1,40 Meter, kecepatan maksimum 28 Knots, kecepatan jelajah 18 Knots, dengan kecepatan ekonomis 13,5 Knots, endurance 3-4 hari, serta mampu membawa 15 personel dan menggunakan mesin pokok 2 unit MAN V12-1900 Marine Engine Diesel, dengan tenaga diesel generator 2x Perkins 63.
KAL 28 M ini memiliki beberapa keunggulan, yaitu diperkuat satu unit meriam 20 mm dan dua unit meriam 12,7 mm dan mampu beroperasi di berbagai medan dan cuaca. (now)
