Menilik Keris, Mercusuar Budaya Indonesia

Menilik Keris, Mercusuar Budaya Indonesia
Foto yang diabadikan pada 29 Agustus 2025 ini, menampilkan keris Indonesia yang dipamerkan di Museum Sonobudoyo di Daerah Istimewa Yogyakarta.

JAKARTA (Kepri.co.id – Xinhua) – Di dalam kompleks Keraton Yogyakarta di Daerah Istimewa Yogyakarta, para penjaga yang mengenakan pakaian tradisional menyandang senjata khas di pinggang mereka, yakni keris, yang diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan.

Para penjaga yang mengenakan pakaian tradisional menyandang keris di balik punggung mereka di Keraton Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 29 Agustus 2025.

Keris memiliki sejarah panjang, dan namanya berasal dari kata Jawa kuno yang berarti “menusuk” atau “membelah”. Bilahnya, yang kerap ditandai dengan pola gelombang unik, dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kekuatan sebagai senjata mematikan, tetapi juga untuk menjelmakan kearifan artistik dan bela diri yang mendalam. Jumlah dan bentuk lekukan pada keris memiliki makna simbolis yang beragam, dan beberapa bilah dihiasi ukiran emas dan perak yang rumit.

Foto yang diabadikan pada 29 Agustus 2025 ini, menampilkan keris Indonesia yang dipamerkan di Museum Sonobudoyo di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Foto yang diabadikan pada 29 Agustus 2025 ini, menampilkan berbagai cara menyandang keris di Museum Sonobudoyo di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Foto yang diabadikan pada 29 Agustus 2025 ini, menampilkan berbagai keris yang dipamerkan di Museum Sonobudoyo di Daerah Istimewa Yogyakarta

.Pembuatan satu bilah keris membutuhkan proses yang memakan waktu satu tahun. Para perajin secara teliti menjalani proses yang melibatkan pemilihan bahan, pembentukan lapisan, pemrosesan dengan asam, pendinginan, pemolesan, dan penambahan hiasan. Gagang dan sarung keris yang sering terbuat dari kayu, gading, atau logam, dihiasi dengan ukiran, tatahan, dan sepuhan emas, yang menampilkan motif dewa atau hewan, membentuk kesatuan yang harmonis dengan bilah keris itu sendiri.

Para perajin menempa logam untuk membuat keris di Museum Keris Brojobuwono di Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, pada 28 Agustus 2025.
Proses pembentukan lapisan terlihat saat pembuatan keris di Museum Keris Brojobuwono di Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, pada 28 Agustus 2025.
Seorang perajin memoles keris setengah jadi di Museum Keris Brojobuwono di Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, pada 28 Agustus 2025.
Seorang perajin memeriksa keris setengah jadi di Museum Keris Brojobuwono, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, pada 28 Agustus 2025.
Foto yang diabadikan pada 28 Agustus 2025 di Museum Keris Brojobuwono, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, ini memperlihatkan perjalanan sebuah keris, mulai dari batangan logam sederhana hingga menjadi senjata yang sudah terbentuk rapi.
Para perajin memahat dan memoles sarung keris elegan terbuat dari kayu di Museum Keris Brojobuwono di Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, pada 17 Juni 2025.
Seorang staf menunjukkan sebuah keris di Museum Keris Brojobuwono di Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, pada 28 Agustus 2025.
Seorang pria berpose untuk difoto dalam balutan pakaian tradisional sambil memegang keris di Jalan Malioboro, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 29 Agustus 2025.
Foto yang diabadikan pada 28 Agustus 2025 ini, menunjukkan tiang jembatan raksasa berbentuk keris di Kota Solo, Provinsi Jawa Tengah.

Lebih dari sekadar senjata, keris merupakan ikon spiritual dan peradaban, yang menjadi saksi bisu bagi pewarisan dan perkembangan budaya Indonesia selama ribuan tahun. (hen/ xinhua-news.com)

Exit mobile version