BATAM (Kepri.co.id) – Institut Teknologi Batam (ITEBA) menerima kunjungan penuh semangat rombongan Asosiasi Pengusaha Pelaksana Kontraktor dan Konstruksi Nasional (Appeknas), Majelis Pemerkasaan Perniagaan Malaysia (MPPM), serta Universiti Geomatika Malaysia (UGM) dalam rangka penjajakan kerja sama pengembangan pendidikan lanjutan program magister dan doktoral (PhD), Selasa (3/5/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung Ketua Umum Appeknas, Dr Fandy Iood, bersama Presiden MPPM Malaysia Prof Is Dr Zam ARZ DBA, didampingi Timbalan Presiden Prof Law Yong Hoe.
Turut hadir Founder sekaligus CEO Universiti Geomatika Malaysia, Prof Datok Mazrin Rohizaq beserta Wakil Rektor UGM Malaysia, Prof Dr Mohammad Nasir.
Rombongan disambut manajemen ITEBA dan Batam Tourism Polytechnic (BTP) di kawasan Sekupang, Batam. Suasana akrab dan antusias terlihat sejak awal kegiatan, mencerminkan besarnya harapan terhadap lahirnya kolaborasi pendidikan internasional yang mampu membuka peluang baru bagi dunia akademik di Batam.
Dalam agenda tersebut, rombongan diajak meninjau fasilitas praktik dan workshop milik Batam Tourism Polytechnic, sebagai bagian dari pengenalan kualitas sarana pendidikan yang dimiliki yayasan pendidikan tersebut.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dialog bersama dosen dan mahasiswa di ruang rektorat ITEBA.
Pada sesi pemaparan, Dr Fandy Iood menjelaskan rencana kerja sama strategis bersama MPPM dan UGM Malaysia, dalam pengembangan pendidikan tingkat lanjut, khususnya program S2 dan doktoral (S3) PhD.
Ia menyampaikan, Appeknas berkomitmen memberikan dukungan dan apresiasi kepada calon mahasiswa doktoral yang memiliki hasil riset atau inovasi, yang bermanfaat bagi dunia usaha dan industri konstruksi Appeknas.
”Penelitian yang memiliki dampak nyata bagi pengembangan usaha dan industri, akan kami dorong melalui program apresiasi dan beasiswa pendidikan,” ujar Dr Fandy Iood.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan sumber daya manusia unggul yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi konkret bagi kebutuhan industri.
Sementara itu, Presiden MPPM Malaysia, Prof Is Dr Zam ARZ DBA, menyampaikan, pihaknya juga membuka peluang kerja di Malaysia bagi mahasiswa yang melanjutkan studi di UGM Malaysia, terutama pada bidang yang sesuai kompetensi akademik mereka.
Peluang tersebut, diharapkan dapat menjadi nilai tambah bagi mahasiswa Indonesia, memperoleh pengalaman internasional sekaligus memperluas jejaring profesional di tingkat regional.
Dalam presentasinya, CEO UGM Malaysia, Prof Datok Mazrin Rohizaq, menjelaskan, berbagai kemudahan yang ditawarkan dalam program pendidikan master dan doktoral di kampusnya.
Ia menyebutkan, sistem perkuliahan dirancang lebih fleksibel melalui metode hybrid, yakni kombinasi pembelajaran daring dan tatap muka langsung.
Selain itu, durasi studi juga dirancang lebih efektif tanpa mengurangi kualitas akademik.
UGM Malaysia, kata Prof Datok Mazrin Rohizaq, menawarkan biaya pendidikan yang dinilai lebih terjangkau dan transparan, tanpa tambahan biaya tersembunyi hingga masa studi selesai.
Menariknya, persyaratan kemampuan Bahasa Inggris disebut bukan menjadi hambatan utama bagi calon mahasiswa, sehingga peluang mengikuti program doktoral terbuka lebih luas bagi akademisi dan profesional Indonesia.
Paparan tersebut, mendapat sambutan positif dari para dosen dan manajemen ITEBA. Mereka menilai, kerja sama ini peluang besar meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan memperluas akses pendidikan internasional, bagi tenaga pengajar maupun mahasiswa di Batam.
Perwakilan ITEBA, Dr Lawi, menyampaikan, pihak kampus akan segera mensosialisasikan peluang program doktoral tersebut, kepada dosen-dosen yang saat ini masih berpendidikan S2.
”Kami melihat ini sebagai kesempatan yang sangat baik, meningkatkan kompetensi akademik dosen sekaligus memperkuat kualitas institusi pendidikan di Batam,” ujarnya.
Kegiatan silaturahmi pendidikan antara Indonesia dan Malaysia tersebut, ditutup dengan pertukaran cinderamata dan sesi foto bersama, sebagai simbol penguatan hubungan kerja sama antar lembaga.
Dalam kesempatan itu, UGM Malaysia menunjuk Appeknas Batam sebagai mediator komunikasi bagi calon mahasiswa yang berminat mengikuti program doktoral PhD di Universiti Geomatika Malaysia.
Informasi lebih lanjut mengenai program doktoral PhD UGM Malaysia, dapat diperoleh melalui PIC Joni Ahmad atau Sekretariat di WhatsApp: 0822-8830-338. (asa)
