“Kampung Halaman Akrobat” di China jadi Magnet bagi Pemain Akrobat dari Seluruh Dunia

"Kampung Halaman Akrobat" di China jadi Magnet bagi Pemain Akrobat dari Seluruh Dunia
Penampilan pemain sirkus China pada Festival Sirkus Internasional Wuqiao China ke-20 di wilayah Wuqiao, Provinsi Hebei, China utara, Jumat (3/10/2025). (F. Xinhua)

CANGZHOU (Kepri.co.id – Xinhua) – Festival Sirkus Internasional Wuqiao China ke-20 resmi ditutup pada Jumat (3/10/2025) di wilayah Wuqiao, Provinsi Hebei, China utara.

Dalam festival yang berlangsung selama enam hari itu, para penampil yang luar biasa dari 19 negara dan kawasan berkumpul di Wuqiao dan menyuguhkan 28 pertunjukan memukau.

Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Cangzhou, China. (XHTV)

“Bagi kami, ini adalah persahabatan dan komunikasi yang erat, seperti keluarga sirkus yang berkumpul di satu tempat untuk mengikuti parade festival semacam ini,” ujar pemain akrobat asal Rusia, Viktor Roshchin.

Terkenal sebagai “tempat kelahiran akrobat China”, Wuqiao telah lama memainkan peran penting dalam pertukaran akrobat global.

Sejak 2002, Sekolah Seni Akrobatik Wuqiao Hebei telah melatih lebih dari 1.000 siswa internasional dari 30 lebih negara dan kawasan.

“Rencana saya menjadi pelatih akrobat. Saat saya datang ke sini, saya hanya bisa (tampil) tiga babak, tetapi kini saya bisa tampil enam babak. China merupakan tempat yang bisa mewujudkan impian saya,” kata pemain akrobat asal Tanzania, Said Mohammed Fundi.

Pada awal September 2025, Yang Houngpasith, seorang pelatih akrobat yang berusia 34 tahun asal Laos, tiba di Sekolah Seni Akrobatik Wuqiao Hebei, untuk menjalani program pelatihan selama dua bulan. Dia bergabung dengan 26 peserta pelatihan lainnya dari berbagai negara, termasuk Kenya, Sierra Leone, Etiopia, dan Laos.

“Ini kali keenam saya datang ke Wuqiao. Saat pertama kali saya datang ke sini, saya masih seorang siswa belajar akrobat. Kini, saya memimpin tim siswa belajar di sini. Wuqiao memiliki fasilitas sangat bagus, para pengajarnya sangat profesional. Itu sangat membantu pembelajaran kami. Di sekolah, kami memiliki banyak teman dari berbagai negara. Kami berkomunikasi dan bertukar pikiran setiap hari. Saya juga berharap dapat membawa budaya dan akrobat China kembali ke negara saya,” kata pelatih akrobat asal Laos, Yang Houngpasith. (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

Kisah Para Mahasiswa Indonesia Dalami Kungfu di Kamp Pelatihan Seni Bela Diri di Shanxi, China

Menengok Aksi Master Kung Fu Unjuk Kebolehan di Kuil Shaolin China

 

 

Exit mobile version