Produk Manufaktur Indonesia Makin Bersinar di Canton Fair

Foto yang diabadikan pada 15 April 2024 ini, menunjukkan seorang pelanggan sedang mengamati produk di stan Krisbow, sebuah perusahaan perkakas kerja asal Indonesia, dalam gelaran Canton Fair yang diadakan di Guangzhou, ibu kota Provinsi Guangdong, China Selatan. (Xinhua/Lu Hao)

GUANGZHOU (Kepri.co.id – Xinhua) – Dalam gelaran Canton Fair sebelumnya, produk yang umumnya dihadirkan perusahaan asal Indonesia antara lain teh, kopi, gula hitam, dan produk-produk pertanian lainnya.

Namun, dalam Canton Fair ke-135 yang sedang berlangsung di Guangzhou kali ini, produk-produk bernilai tambah tinggi seperti perkakas dan peralatan dapur buatan Indonesia, telah mencuri perhatian pembeli global.

Mobil Listrik China Merek NETA, Diproduksi Secara Lokal di Bekasi

Canton Fair, yang kali pertama diadakan pada 1957, saat ini merupakan pameran perdagangan internasional komprehensif terbesar di China. Luas area pameran dalam gelaran kali ini mencapai 1,55 juta meter persegi, dengan total sekitar 74.000 stan dan 29.000 perusahaan yang berpartisipasi.

Area pameran impornya mencapai 30.000 meter persegi, dan menarik partisipasi sekitar 680 perusahaan dari 50 negara dan kawasan.

Berjalan-jalan mengelilingi area pameran impor yang luas, sebuah stan perusahaan perkakas ternama asal Indonesia, Krisbow, langsung menarik perhatian dengan logo kuning dan desain stannya yang menarik. Banyak pembeli asing datang melihat-lihat produk di stan tersebut.

“Ini kali kedua kami berpartisipasi dalam pameran impor ini, dengan area stan seluas 54 meter persegi, bertambah 18 meter persegi dari gelaran sebelumnya,” ujar Vincent Mintarja Rijadi, manajer produk di perusahaan tersebut.

Dia menambahkan, dalam kesempatan kali ini, perusahaannya menghadirkan 600 produk, yang mencakup berbagai kategori seperti peralatan kebersihan, peralatan otomotif, dan perkakas kerja.

Foto yang diabadikan pada 15 April 2024 ini menunjukkan berbagai produk yang dipajang di stan Krisbow, sebuah perusahaan perkakas kerja asal Indonesia, pada gelaran Canton Fair yang diadakan di Guangzhou, ibu kota Provinsi Guangdong, China Selatan. (Xinhua/Lu Hao)

Apa alasan perusahaan tersebut memperluas area pamerannya hingga sepertiga? Vincent menjelaskan, Krisbow menganggap peran Canton Fair sebagai platform komersial internasional yang penting.

Vincent mengungkapkan, pada penyelenggaraan Canton Fair ke-134, perusahaannya mendapat banyak kesepakatan pembelian dari pasar-pasar seperti Myanmar, Malaysia, dan Timur Tengah. Yang paling menonjol adalah kesepakatan dari pembeli Myanmar, yang langsung melakukan pemesanan senilai 2 juta Dolar AS (1 Dolar AS = Rp16.276).

“Produk kami masih sangat populer di pameran ini, dan banyak pelanggan dari Timur Tengah serta Afrika, berharap dapat menjadi agen kami membantu mengekspor produk kami ke negara mereka,” tutur Vincent, seraya mengungkapkan pasar penjualan perusahaannya saat ini sebagian besar berada di Indonesia, dengan penjualan ke luar negeri hanya mencakup kurang dari 10 persen dari total penjualan.

“Oleh karena itu, Canton Fair sangat penting bagi kami. Di sini, kami dapat bertemu dengan para pembeli dari seluruh dunia. Mereka akan mengenal produk kami, dan juga mengetahui lebih banyak tentang pertumbuhan industri manufaktur Indonesia,” jelas Vincent.

Data menunjukkan, per 27 April, sebanyak 191.928 pembeli luar negeri dari 214 negara dan kawasan telah menghadiri pameran Canton Fair, meningkat 22,1 persen sejak gelaran terakhir pada Oktober 2023 lalu.

Foto yang diabadikan pada 26 April 2024 ini, menunjukkan berbagai produk peralatan dapur dipajang di stan perusahaan asal Indonesia, Maspion Group pada gelaran Canton Fair yang diadakan di Guangzhou, ibu kota Provinsi Guangdong, China Selatan. (Xinhua/Lu Hao)

“Untuk membuat produk kami lebih kompetitif, kami telah mendirikan tiga perusahaan patungan dengan perusahaan manufaktur asal China di Indonesia, yang diharapkan dapat mulai beroperasi per akhir tahun ini,” ujar Vincent.

Menurutnya, industri manufaktur China kini sedang bergeser ke arah kecerdasan serta digitalisasi, dan kerja sama dengan China akan membantu mendorong peningkatan produk perusahaan.

Sementara itu, di stan Maspion Group, sebuah produk panci ramah lingkungan (eco-pot) menarik perhatian banyak pembeli dari luar negeri.

“Ini merupakan produk baru yang diluncurkan perusahaan kami tahun ini. Ini sepenuhnya dilapisi keramik di bagian luar dan dalam, menjadikannya lebih ramah lingkungan,” kata Qi Zhuo, sang manajer perusahaan.

Lebih lanjut, Qi Zhuo, mengungkapkan pembeli dari Eropa dan Amerika sangat tertarik dengan produk tersebut.

Luas area ekshibisi Maspion Group mencapai 54 meter persegi di pameran ini, menghadirkan lebih dari 100 jenis produk dalam gelaran kali ini, ujar Qi Zhuo.

“Kami berharap, dapat memperluas lebih banyak pasar luar negeri,” katanya, seraya menambahkan bahwa pasar penjualan luar negeri utama perusahaannya saat ini adalah Amerika Serikat, yang mencakup separuh dari penjualan luar negeri perusahaan itu.

Walaupun persaingan di industri peralatan dapur China sangat ketat, perusahaan Indonesia itu tetap bertekad memperluas pasarnya di China.

“Kami berharap dapat memanfaatkan platform ini, memamerkan produk kelas atas Indonesia kepada pembeli di China. Kami juga sudah menghubungi beberapa supermarket di China, untuk membuka saluran penjualan di negara ini,” tutur Qi Zhuo. (asa/ xinhua-news.com)

Exit mobile version