ANKARA (Kepri.co.id – Xinhua) – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan pada Senin (15/6/2026) mengatakan, nota kesepahaman (memorandum of understanding/ MoU) yang baru dicapai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah mengakhiri perang AS-Israel yang “tidak masuk akal” terhadap Iran.
Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Ankara. (XHTV)
Erdogan menyampaikan pernyataan tersebut, dalam pidatonya di hadapan rakyat Turki setelah rapat kabinet mingguan.
Tadi malam, sebuah langkah yang sangat penting telah diambil dalam perang yang dimulai pada 28 Februari dengan hasutan dan provokasi dari Israel. Diumumkan bahwa kesepakatan telah tercapai untuk mengakhiri konflik antara Amerika dan Iran.
“Kami percaya bahwa perang yang tidak masuk akal ini, yang telah menelan korban jiwa termasuk anak-anak yang tidak bersalah, kini telah berakhir. Kami berharap, kesepakatan ini akan sepenuhnya membuka jalan menuju terwujudnya perdamaian dan stabilitas yang langgeng di kawasan kita,” ujar Erdogan
Iran dan AS memfinalisasi sebuah MoU pada Minggu (14/6/2026), yang bertujuan mengakhiri perang. Negosiasi lebih lanjut mengenai isu nuklir Iran dan pencabutan sanksi AS terhadap Teheran antara kedua pihak, guna mencapai kesepakatan akhir diperkirakan akan dimulai setelah penandatanganan MoU tersebut di Jenewa pada Jumat (19/6/2026). (hen/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
AS dan Iran Teken MoU Secara Elektronik untuk Akhiri Perang
Media Pemerintah Iran: Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel
Intisari: Anggota Parlemen AS dari Partai Demokrat Kecam Trump atas Serangan terhadap Iran
Militer AS Dilaporkan Kehilangan 16 Unit Drone MQ-9 Reaper dalam Perang dengan Iran
