Xi Jinping Sebut Hubungan China-Kazakhstan “Menakjubkan”

Presiden China Xi Jinping menerima Orde Elang Emas, atau Orde "Altyn Qyran", yang dianugerahkan Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev di Istana Kepresidenan Ak Orda di Kazakhstan, pada 14 September 2022. (F. Xinhua/Rao Aimin)

ASTANA (Kepri.co.id – Xinhua) – Seekor elang yang terbang tinggi membawa Matahari menghiasi Orde Elang Emas, tanda kehormatan tertinggi di Kazakhstan.

Ketika Presiden China, Xi Jinping menerima penghargaan ini dari Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev tahun 2022, Xi membayangkan masa depan di mana hubungan China-Kazakhstan akan terbang tinggi seperti elang emas menuju cakrawala yang cerah.

Baca Juga: Xi Jinping dan Budaya Prancis: “Kebesaran Hati yang Lebih Luas dari Langit”

“Seorang pemimpin besar sejati,” ujar Tokayev saat menganugerahkan penghargaan itu, menyoroti peran bersejarah Xi dalam mengonsolidasikan persahabatan antara kedua negara tersebut.

Saat Xi memulai kunjungan kenegaraan ke Kazakhstan pada Selasa (2/7/2024), dia siap mengembangkan warisan persahabatan bilateral ini dan mendorong hubungan China-Kazakhstan terbang ke tingkat yang lebih tinggi lagi.

Dalam kunjungan kenegaraan ke Kazakhstan pada September 2013, Xi, untuk pertama kalinya, mengusulkan pembangunan Sabuk Ekonomi Jalur Sutra, yang merupakan bagian penting dari Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative/ BRI).

Kunjungan pertama Xi sejak kembali melakukan perjalanan internasional pascapandemi Covid-19 juga ke Kazakhstan. Xi mengatakan kepada Tokayev, “Saya memilih Kazakhstan. Ini menyoroti level tinggi dan karakter unik dari hubungan China-Kazakhstan, serta mencerminkan persahabatan kita yang mendalam.”

“Menakjubkan.” Demikianlah Xi menggambarkan hubungan bilateral kedua negara itu. Puluhan tahun setelah China dan Kazakhstan menjalin hubungan diplomatik tahun 1992, mereka meningkatkan hubungan mereka menjadi kemitraan strategis komprehensif permanen tahun 2019, saat kunjungan kenegaraan Tokayev ke China.

Kedua pemimpin tersebut berkomitmen, membangun komunitas China-Kazakhstan dengan masa depan bersama dalam pembicaraan tatap muka mereka tahun 2022 dan 2023.

“Level kepercayaan timbal balik strategis dan saling pengertian antara China dan Kazakhstan berada pada titik tertinggi,” kata Yang Bo, seorang profesor di Fakultas Studi Rusia dan Eurasia di Universitas Studi Internasional Shanghai.

“Inilah alasan mengapa tahun 2013, Presiden Xi memilih Kazakhstan sebagai lokasi mengumumkan Sabuk Ekonomi Jalur Sutra kepada dunia, dan fakta telah membuktikan pilihan ini sangat tepat,” ujar Yang.

Kerja sama bilateral di bawah BRI sangat efektif. Melalui kolaborasi industri, Kazakhstan telah mengamankan basis logistik di Lianyungang, sebuah kota pesisir di Laut Kuning China.
Jalan Raya Eropa Barat-China Barat, berhasil menghubungkan pasar Asia-Pasifik dan Eropa Barat, membentang sepanjang 8.445 kilometer dari Lianyungang melintasi Kazakhstan hingga ke Laut Baltik di St. Petersburg di Rusia.

Foto dari udara yang diabadikan pada 9 Mei 2023 ini, menunjukkan sebuah pelabuhan di Lianyungang, Provinsi Jiangsu, China timur. Basis kerja sama logistik (Lianyungang) China-Kazakhstan, yang diluncurkan tahun 2014, merupakan proyek entitas pertama di bawah BRI. (F. Xinhua/Ji Chunpeng)

Perdagangan antara China dan Kazakhstan mencapai rekor 41 miliar Dolar AS (1 Dolar AS = Rp16.355) tahun 2023. Kerja sama kapasitas dan investasi, telah menghasilkan daftar proyek dengan nilai total melampaui 21,2 miliar Dolar AS, dan terus berkembang ke sektor rendah karbon dengan hasil-hasil penting termasuk ladang angin Zhanatas, pembangkit listrik tenaga air Turgusun, dan pembangkit listrik tenaga surya Almaty.

“Banyak aspek kerja sama yang menjadi terobosan,” tutur Yang, “berkat level kepercayaan strategis yang tinggi antara kedua belah pihak, yang dipimpin oleh diplomasi kepala negara.” (asa/ xinhua-news.com)

Exit mobile version