Walikota Amsakar: Mubalig Pilar Moral Pembangunan Batam

Walikota Amsakar: Mubalig Pilar Moral Pembangunan Batam
Walikota Batam, Dr Amsakar Achmad SSos MSi memberikan sambutan pada rapat kerja pengurus Persatuan Mubalig Batam (PMB) periode 2025–2029 di Hotel Golden View Bengkong, Sabtu (1/11/2025). (F. Rud)

BATAM (Kepri.co.id)Kota Batam terus menapaki langkah menuju cita-cita besarnya: menjadi Bandar Dunia Madani, kota modern yang berperadaban, berbudaya, dan berdaya saing global.

Visi itu, menurut Walikota Batam, Dr Amsakar Achmad SSos MSi, tidak akan terwujud hanya lewat pembangunan fisik semata, tetapi juga melalui pembangunan spiritual dan sosial masyarakat.

Hal itu disampaikan Amsakar saat menghadiri pelantikan dan rapat kerja pengurus Persatuan Mubalig Batam (PMB) periode 2025–2029 di Hotel Golden View Bengkong, Sabtu (1/11/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Amsakar menegaskan, para mubalig memiliki peran strategis menanamkan nilai-nilai kemadani-an di tengah masyarakat.

”Mubalig bukan hanya penyampai dakwah, tetapi juga penyampai pesan pembangunan. Mereka adalah mitra pemerintah dalam membentuk karakter masyarakat yang religius, rukun, dan berakhlak,” ujar Amsakar.

Spirit Madani dan Pembangunan Spiritual Batam

Amsakar menyebut, kemajuan Batam sebagai kota modern tidak membuat masyarakatnya kehilangan semangat religius. Ia menilai geliat keagamaan di Batam justru semakin kuat.

”Rumah tahfiz tumbuh pesat, kegiatan dakwah selalu ramai, dan zakat yang terkumpul meningkat dari tahun ke tahun. Ini menunjukkan spiritualitas warga Batam terus hidup dan berkembang,” ujarnya.

Ia mengajak para mubalig agar dakwah tidak hanya berhenti pada mimbar, tetapi juga menyentuh dimensi sosial: menjaga kebersihan, menebar toleransi, dan mempererat kerukunan antarumat.

”Sampaikan kepada umat bahwa kebersihan sebagian dari iman, dan harmoni adalah bagian dari ibadah. Itulah wujud sejati kota madani — bersih, rukun, dan dirahmati,” pesan Amsakar.

PMB Siap Berinovasi dan Perluas Dakwah

Sementara itu, Ketua Umum PMB Kota Batam, Resdin Efendi Pasaribu, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Batam yang terus memberikan ruang bagi kegiatan dakwah dan pembinaan umat.

Ia mengatakan, PMB ke depan tidak hanya fokus pada kegiatan ceramah di masjid atau musala, tetapi juga akan menjalin kemitraan dengan berbagai pihak.

”Kami akan berkolaborasi dengan instansi pemerintah dan lembaga sosial. Dakwah tidak boleh berhenti di ruang ibadah, tapi harus hadir di tengah masyarakat dalam bentuk aksi nyata,” tegas Resdin.

Dengan semangat tersebut, PMB bertekad untuk menghadirkan dakwah damai dan berkemajuan, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Batam sebagai kota madani yang sesungguhnya.

Kebersamaan Ulama dan Pemerintah

Acara pelantikan ini juga menjadi ajang silaturahmi lintas tokoh dan lembaga. Hadir antara lain Ketua DPRD Provinsi Kepri sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan PMB Kota Batam Iman Sutiawan SE, Sekda Kota Batam Firmansyah, jajaran Forkopimda.

Kemudia Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam Budi Darmawan, serta Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam Raja Muhammad Amin, dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Lukman Rifai.

Kehadiran mereka mencerminkan semangat kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam membangun Batam yang bukan hanya maju secara ekonomi, tetapi juga bermartabat secara moral dan spiritual. (amr)

BERITA TERKAIT:

Pemko Naikkan Insentif Tokoh Agama dari Rp750 Ribu jadi Rp1 Juta

Apresiasi Organisasi Keagamaan Bangun Batam Bandar Dunia Madani

Kemenag Batam Salurkan Wakaf Tunai ke BWI: Dorong Akselerasi Program Rumah Quran dan Literasi Wakaf

Exit mobile version