Merek Mobil China Kantongi Ribuan Pemesanan di Ajang GIIAS 2024

Sejumlah pengunjung memadati stan kendaraan listrik Wuling di pameran GIIAS 2024 yang berlangsung di Tangerang, Provinsi Banten, mulai 18 hingga 28 Juli 2024. (Sumber: Wuling Motors)

JAKARTA (Kepri.co.id – Xinhua) – Merek mobil asal China meraih kesuksesan, membukukan jumlah pemesanan hingga mencapai ribuan unit selama 11 hari penyelenggaraan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024, pameran otomotif terbesar di Indonesia.

GIIAS 2024 resmi berakhir pada 28 Juli 2024 lalu, dengan mencatatkan hampir 500 ribu pengunjung. Sejumlah merek mobil dari berbagai negara, turut berpartisipasi termasuk produsen otomotif asal China yang mendominasi pasar kendaraan listrik dalam negeri.

Baca Juga: Sederet Merek Mobil China Ramaikan Pameran Otomotif GIIAS 2024

Wuling mencatatkan total pemesanan sebanyak 2.301 unit dalam pameran tersebut, hampir 80 persen di antaranya untuk lini mobil listrik milik perusahaan tersebut yaitu AirEv, BinguoEV, dan CloudEV. Selain itu, sebanyak 1.390 pengunjung mengikuti tes berkendara (test drive) mobil listrik Wuling.

“Ini merupakan bukti nyata kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan inovasi yang Wuling hadirkan, hingga memasuki tahun ketujuh di Indonesia,” ujar Senior Manager Marketing Strategy Wuling Motors, Ricky Christian dalam pernyataan resminya.

GAC Aion, produsen mobil listrik China lainnya, mencatatkan pemesanan sebanyak 1.118 unit meski baru kali pertama diperkenalkan ke Indonesia, sekitar tiga bulan lalu. Hingga saat ini, perusahaan tersebut telah meluncurkan tiga model untuk pasar Indonesia.

Sementara itu, Neta membukukan peningkatan jumlah pemesanan lebih dari 100 persen dibandingkan GIIAS tahun lalu, dengan jumlah surat pemesanan yang diterima mencapai 327 unit untuk model Neta V-II dan prapemesanan model Neta X.

Baca Juga: GAC Aion Perkenalkan Mobil Sedan Listrik dengan Jarak Tempuh 442 Km

Merek lainnya, DFSK-Seres, mencatatkan total pemesanan sebanyak 546 unit dengan 90 persen di antaranya merupakan lini mobil listrik, baik lini kendaraan komersial yakni DFSK Gelora E maupun mobil perkotaan Seres E1.

Tidak hanya kendaraan listrik, merek mobil konvensional asal China juga cukup diminati. Salah satunya BAIC, yang berhasil mencatatkan pemesanan sebanyak 136 unit kendati baru masuk ke Indonesia beberapa bulan lalu.

Namun, jumlah itu tidak hanya menyangkut pembelian selama GIIAS, tetapi juga pemesanan melalui dealer dan transaksi business-to-business.

Model kendaraan off-road premium BJ40 Plus menyumbang sekitar 80 persen dari total pemesanan tersebut. (hen/ xinhua-news.com)

Exit mobile version