TOKYO (Kepri.co.id – Xinhua) – Badan pengamatan cuaca Jepang pada Kamis (1/8/2024) mengungkapkan, bulan Juli 2024 lalu merupakan Juli terpanas sejak pencatatan dimulai tahun 1898.
Rata-rata suhu nasional pada Juli 2024 tercatat 2,16 derajat Celsius lebih tinggi dari rata-rata pembanding, yang dihitung dari tahun 1991 hingga 2020, menandai rekor tertinggi lebih dari 120 tahun terakhir, menurut Badan Meteorologi Jepang (Japan Meteorological Agency/ JMA).
Baca Juga: Pemadaman Listrik dan Kelangkaan Air Landa Eropa di Tengah Gelombang Panas Berkepanjangan
Ini menjadi tahun kedua berturut-turut Jepang memecahkan rekor, untuk rata-rata suhu pada bulan Juli 2024.
Laporan JMA mengindikasikan, sistem tekanan tinggi Pasifik yang kuat mendominasi sepanjang bulan Juli 2024. Fenomena ini menyebabkan Jepang bagian timur dan barat, serta wilayah Okinawa dan Amami, diselimuti massa udara hangat.
Paparan sinar matahari yang intens di seluruh wilayah negara itu, menghasilkan rekor suhu tertinggi. Dari 153 stasiun pengamatan meteorologi di Jepang, 62 di antaranya melaporkan rata-rata suhu tertinggi untuk bulan Juli 2024 tersebut.
Baca Juga: Bumi Catat Rekor Suhu Terpanas pada Juni 2024, Rekor Suhu Global Tertinggi Selama 13 Bulan Beruntun
JMA memperingatkan, suhu tinggi masih akan terus bertahan di seluruh wilayah Jepang. Selama paruh pertama Agustus 2024 ini, banyak wilayah diperkirakan akan mengalami hari-hari panas yang ekstrem dengan suhu maksimum melebihi 35 derajat Celsius.
Badan tersebut mengimbau masyarakat, agar terus memantau informasi terkini melalui prakiraan suhu dan peringatan sengatan panas (heatstroke), serta mengambil tindakan yang tepat untuk mencegah penyakit yang berkaitan dengan cuaca panas. (hen/ xinhua-news.com)
