Gurindam Research Center : Syahrul Bayangi Lis Dalam Pilkada

Direktur Gurindam Research Center (GRC), Raja Dachroni, di Tanjungpinang mengatakan bahwa popularitas dan elektabilitas Lis Darmansyah berada di posisi teratas, disusul Syahrul dan Maya Suryanti, Sabtu (10/02).

“Popularitas dan daya pikat tertinggi diraih oleh Lis Darmansyah dengan persentase 99,8 persen dan 66,3 persen. Posisi kedua, Syahrul dengan popularitas 84,3 persen dan daya pikat sebesar 60,0 persen, sedangkan posisi ketiga diraih oleh Maya Suryanti dengan popularitas 78 persen dan daya pikat 46,3 persen,” ungkap Dahroni.

Ia menjelaskan, survei popularitas dan elektabilitas tokoh ini dilakukan GRC pada Desember 2017 bekerja sama dengan Lingkaran Kajian Politik dan Otonomi Daerah (LKPOD).

Untuk tingkat elektabilitas terbagi dua, pertama elektabilitas tertutup dan elektabilitas terbuka. Untuk elektabilitas tertutup survei tertinggi diraih Lis Darmansyah sebesar 44 persen, kemudian disusul oleh Syahrul (28,8 %) dan Maya Suryanti (12,3 %). Untuk pemilih yang belum menentukan pilihan sebanyak 2 persen.

Sementara untuk elektabilitas terbuka yang pertanyaannya tidak ditentukan pilihan jawabannya namun responden menjawab berdasarkan lintasan pikirannya sendiri, hasil survey menunjukkan bahwa elektabilitas Lis Darmansyah sebesar 32,8 persen, Syahrul 17,3 persen, Maya Suryanti 8,3 persen dan responden yang tidak menjawab 31, 8 persen.

Dilihat dari hasil survei memang saat itu Lis Darmansyah relatif kuat, namun posisinya belum aman mengingat sebagai petahana wali kota sebelumnya idealnya bisa di atas 50 persen, namun ia cukup beruntung karena elektabilitas Maya cukup berpengaruh dan duet yang serasi dari sisi electoral,” ujarnya.

Dachroni mengemukakan, dari survei itu juga ditemukan bahwa terdapat 31, 8 persen suara massa mengambang dan 9,8 persen elektabilitas dari tokoh lain yang sempat bermunculan dan saat ini bisa dikelola suaranya.

Melihat hasil survei ini tentu Lis-Maya adalah pasangan calon di atas angin, disusul dengan Syahrul. Sebenarnya Syahrul dan pasangannya bisa berpeluang menyaingi bahkan mengungguli Lis-Maya apabila massif dalam menawarkan program ekonomi kerakyatan dan ide-ide kreatif pembangunan untuk masyarakat Tanjungpinang,” sarannya.

Responden dalam survei tersebut sebanyak 400 orang, terdiri dari 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan. Pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan toleransi kesalahan sekitar 5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Setiap responden terpilih dilakukan wawancara dengan metode tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Dilakukan pengawasan secara optimal melalui verifikasi faktual sebanyak 20 persen dari total sampel secara random, dengan cara mendatangi kembali responden terpilih atau mengkonfirmasi ulang responden terpilih.

“Dalam verifikasi tersebut tidak ditemukan kesalahan,” katanya.

Selain popularitas dan elektabilitas, kata dia, survei juga memetakan pengetahuan masyarakat tentang Pilkada Tanjungpinang 2018.

“Tingkat pengetahuan masyarakat terhadap waktu pelaksanaan Pilkada Kota Tanjungpinang masih cukup rendah, hanya 64 persen. Ini tidak sesuai dengan target yang ditetapkan KPU yakni 70 persen ke atas. KPU perlu kerja keras berkaitan dengan hal ini,” ucap Dahroni.

Terkait tidak munculnya nama Rahma yang menjadi pendamping Syahrul, ia menjelaskan bahwa nama Rahma memang tidak muncul pada Desember 2017 karena di luar prediksi akan maju mendampingi Syahrul.

“Tentu namanya akan diperhitungkan setelah penetapan pasangan calon oleh KPU nanti,” katanya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *