DPRD Kepri Rapat Tertutup Terkait Defisit Anggaran

Ketua DPRD Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak (net)

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Riau dan sejumlah pejabat eksekutif menggelar rapat tertutup membahas anggaran daerah yang diasumsikan pada tahun ini defisit.

Wakil Ketua DPRD Kepri, Rizky Faisal, yang ikut dalam rapat di ruang kerja Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Senin, mengatakan, anggaran diasumsikan defisit sekitar Rp500 miliar sehingga dikhawatirkan kegiatan pemerintahan yang berasal dari aspirasi masyarakat terhambat atau tidak dapat dilaksanakan.

“Dengan kondisi ini muncul kekhawatiran sejumlah anggota legislatif bahwa rencana kegiatan yang berasal aspirasi masyarakat pada saat reses, tidak dapat dilaksanakan,” ujarnya, yang diusung Partai Golkar.

Rizky mengemukakan, DPRD Kepri memperoleh informasi bahwa kegiatan yang bersumber dari usulan anggota legislatif akan dilaksanakan pada Triwulan IV 2018.

“Apakah memungkinkan atau tidak itu dilaksanakan menjelang akhir tahun dengan kondisi anggaran seperti ini,” katanya.

Sejumlah wartawan sejak tadi pagi mendapat undangan konferensi pers oleh Bagian Humas DPRD Kepri pada pukul 10.00 WIB. Namun hingga pukul 11.30 WIB, Jumaga masih memimpin rapat yang baru dimulai pukul 11.00 WIB.

Mengutip dari Antara, rapat dipimpin Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, diikuti oleh sejumlah anggota fraksi dan Ketua Komisi II DPRD Kepri Hotman Hutapea. Dalam rapat itu juga dihadiri Asisten III Pemprov Kepri M Hasbi, dan sejumlah staf.

Selain persoalan itu, sejumlah sumber informasi Antara di DPRD Kepri menyatakan kegiatan di DPRD Kepri sampai sekarang belum dapat dilaksanakan karena belum ada anggaran.

“Penyebabnya, bagian perencanaan dan keuangan terlambat menyerahkan rencana kegiatan,” kata salah seorang anggota DPRD Kepri Budi Suyanto.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *