Doni: Kami Desak Menristek Dikti Bahas Persoalan Umrah

Senin (12/02) kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) riuh. Mahasiswa Umrah menggelar demonstrasi. Hal ini dipicu oleh terpaan kasus korupsi yang melanda beberapa oknum pucuk pimpinan salah satu universitas negeri ternama di Provinsi Kepri ini.

Kardoni Vernandes atau disapa Doni, selaku koordnator lapangan demonstrasi ini menjelaskan bahwa beberapa proyek-proyek besar yang diberikan melalui dana APBN kepada kampus Umrah selalu saja dijadikan ajang penyelewengan oleh oknum-oknum tertentu, sehingga proyek-proyek tersebut nyaris tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan akademik.

“Tahun 2012 proyek Pembangunan Ruang Belajar dan Ruang Kompetensi Mahasiswa Umrah dengan anggaran Rp. 13 Miliyar terbengkalai, malah terjadi kerugian negara sebesar Rp. 2 Miliar. Pada proyek tahun 2015 juga terjadi penyelewengan anggaran dan di duga masih ada proyek lainnya yang saat ini bermasalah”, ungkap Doni.

Lebih jauh ia sampaikan bahwa beberapa waktu yang lalu di kampus Umrah sempat terjadi pergantian pucuk pimpinan, namun hal itu tidak membuat pengelolaan proyek menjadi lebih baik, beberapa oknum pimpinan di kampus tersebut menjadi terdakwa kasus korupsi.

“Kami ingin pengelolaan anggaran lebih transparan, agar kegiatan pendidikan di kampus Umrah semakin baik ke depannya”, harapan Doni.

Sebanyak 250-an mahasiswa mengakhiri aksinya pada pukul 15.00 WIB. Mereka mengajukan 4 pernyataan sikap, yaitu:

  1. Menuntut Rektor Umrah meminta maaf kepada masyarakat Kepri melalui media terkait beberapa kasus korupsi yang terjadi di kampus Umrah.
  2. Menyampaikan mosi tidak percaya kepada Rektor Umrah.
  3. Menuntut kepada Menristek Dikti segera membahas persoalan di kampus Umrah bersama Gubernur Kepri dan mahasiswa.
  4. Menuntut aparat penegak hukum menindak lanjuti fakta-fakta di persidangan.

Berikut pernyataan sikap mahasiswa Umrah pada aksi demonstrasi:

PERNYATAAN SIKAP MAHASISWA UMRAH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *