Diperintah Susi, 61 Telur Penyu Ditanam Kembali Di Pulau Senoa

Foto: Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Balai Karantina Ikan,Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Natuna bersama AVSEC Bandara Raden Sadjad Natuna mengembalikan telur penyu hasil sitaan ke alam dengan cara ditanam kembali di pasir pantai Pulau Senoa, Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur, Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Minggu (11/02).

Mengutip pemberitaan Antara, pada Sabtu (10/2), BKIPM telah menerima 61 butir telur penyu, 17 buah cangkang kima dan 25 keping karang sitaan dari salah satu penumpang tujuan Batam oleh Avsec di Bandara Raden Sadjad Natuna.

Menurut Catur Aris Setiadi, Kasatker KIPM Natuna, penyitaan dilakukan atas dasar hukum yang jelas, yaitu pasal 21 ayat 2 huruf e Undang-Undang nomor 5 Tahun 1990, tentang Konservasi Sumberdaya Hayati dan Ekosistemnya, serta surat edaran Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 526/MEN-KP/VIII/2015 tentang Pelaksanaan Perlindungan Penyu, Telur, Bagian Tubuh, dan /atau Produk Turunannya.

Sementara untuk cangkang kima dan karang dijelaskan pada Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 pasal 21 ayat  2 huruf d serta Peraturan Pemerintah nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

“Ada penyitaan serupa di Padang  dan kebetulan kemarin ibu Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan -red) berada di Sumatra Barat, setelah beliau mendapatkan laporan bahwa di Natuna juga ada penyitaan telor penyu, beliau minta ditanam kembali ke Pulau Senoa” Kata Catur.

“Pelanggaran hukum ini punya kosekuensi  hukum dengan ancaman pidana paling lama 5 tahun dan denda paling banyak seratus juta rupiah”, tegasnya.

Terkait belum adanya tindakan hukum atas pelaku pemilik telor penyu diakui Catur bahwa hal tersebut bukanlah wewenang mereka.

“Kita hanya mengendalikan, proses hukum ada pada polisi, kita juga sebenarnya bisa menangkap, namun tetap berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Mengingat kondisi masyarakat Natuna seperti ini harus mulai dari sosialisasi dulu, tetapi yakinlah pada saatnya akan kita tindak tegas agar ada pembelajaran hukum dan efek jera”, terangnya.

Dalam kesempatan penanaman telor penyu tersebut Ia juga berterima kasih kepada pihak-pihak terkait yang telah mendukung dalam upaya menjalankan Undang-Undang dan upaya pelestarian alam, terutama kepada AVSEC Bandara Raden Sadjad Natuna.

Kepada masyarakat, ia menghimbau untuk bersama – sama menjaga ekosistem lingkungan terlebih lagi kepada stakeholder terkait.

Untuk tindak lanjut atas maraknya peredaran telor penyu, Catur menambahakan kegiatan penyelamatan habitat penyu tidak hanya di Pulau Bunguran Besar namun juga akan dilakukan di daerah pulau sekitar Natuna, seperti Serasan dan Serasan timur.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *