ANAMBAS (Kepri.co.id) – Ketua Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kepulauan Anambas, Ny Sinta Aning terus memperkuat peran kader dalam mendukung percepatan capaian imunisasi tahun 2026. Edukasi masyarakat hingga tingkat desa dan Posyandu, menjadi salah satu langkah untuk menghadapi keraguan serta informasi keliru yang masih berpotensi memengaruhi partisipasi imunisasi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas mengikuti Rapat Koordinasi Lintas Sektor Rencana Tindak Lanjut Percepatan Capaian Imunisasi Tahun 2026 di Ruang MC Lantai II Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Senin (31/8/2026).
Menindaklanjuti arah percepatan imunisasi tersebut, Pokja 4 TP-PKK Kabupaten Kepulauan Anambas sekaligus Sekretaris 2 Tim Pembina Posyandu, Shofiani Srilagogo, menjelaskan, peran jaringan PKK dalam menggerakkan masyarakat melalui kader yang tersebar hingga tingkat desa.
Menurut Shofiani, TP-PKK selama ini telah menjalankan berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Kegiatan itu dilakukan melalui pertemuan PKK, kegiatan Posyandu, serta aktivitas di tingkat desa dan kecamatan.
“Selama ini, TP-PKK sudah banyak melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, baik di tingkat desa maupun kecamatan,” kata Shofiani saat diwawancarai.
Selain edukasi, TP-PKK juga mendukung pendataan sasaran melalui jaringan Posyandu yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas. Sebanyak 70 Posyandu menjadi bagian penting dalam pemantauan kelompok sasaran, mulai dari balita, ibu hamil, hingga anak usia sekolah.
Kader kemudian berperan menggerakkan dan mengingatkan masyarakat, agar hadir sesuai jadwal pelayanan. Menjelang kegiatan Posyandu, kader secara rutin mengingatkan warga, termasuk pada H-1 pelaksanaan, agar sasaran tidak terlewat dari pelayanan yang telah dijadwalkan.
Shofiani menegaskan kader tidak menjalankan pelayanan medis. Peran mereka lebih banyak berada pada pendampingan, mobilisasi, dan komunikasi dengan masyarakat, sedangkan pemberian imunisasi dilakukan oleh tenaga kesehatan melalui Puskesmas.
Hadapi Hoaks dengan Edukasi dan Kolaborasi
Menurut Shofiani, tantangan percepatan imunisasi di Anambas tidak hanya berkaitan dengan jarak antarwilayah dan kondisi geografis kepulauan. Keterbatasan akses internet di sejumlah daerah, menjadi kendala ketika pelaporan harus dilakukan melalui sistem digital.
Karena itu, TP-PKK bersama jaringan Posyandu menyiapkan pola pelaporan secara offline dan berjenjang dari tingkat desa. Cara tersebut digunakan agar data di lapangan tetap terdokumentasi meskipun akses untuk mengirimkan laporan secara online belum tersedia.
“Jika pelaporan secara online terkendala, kami tetap menyiapkan laporan secara offline. Ketika data dibutuhkan oleh pemerintah pusat atau provinsi, kami masih memiliki data manual sebagai bahan laporan,” ujar Shofiani.
Pendataan tersebut kemudian menjadi bagian dari koordinasi antara kader, PKK, Tim Pembina Posyandu, serta instansi terkait. Dengan pola kerja berjenjang, data yang dihimpun dari masyarakat diharapkan tetap dapat disinkronkan dengan kebutuhan pelayanan di tingkat Puskesmas.
Di sisi lain, kunjungan ke rumah masyarakat menjadi salah satu pendekatan untuk menjangkau sasaran yang belum mengikuti pelayanan. Langkah itu juga membutuhkan kolaborasi karena Posyandu kini melibatkan berbagai bidang pelayanan dasar.
Tim Pembina Posyandu di Anambas bekerja bersama enam bidang Standar Pelayanan Minimal yang mencakup kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman dan ketertiban umum. Kolaborasi tersebut membantu setiap sektor memanfaatkan data yang dimiliki untuk menjangkau kelompok sasaran.
Upaya bersama itu juga diarahkan untuk menghadapi informasi keliru mengenai imunisasi. Shofiani mengakui, sebelumnya masih terdapat masyarakat di sejumlah wilayah yang menolak imunisasi karena terpengaruh kekhawatiran mengenai dampak setelah penyuntikan.
Namun, kondisi tersebut menurutnya mulai berubah seiring semakin intensifnya edukasi dan promosi mengenai imunisasi yang dilakukan di tengah masyarakat.
“Kalau dulu memang ada beberapa tempat yang menolak. Tetapi belakangan ini sudah mulai paham dengan gencarnya kita melakukan promosi dan edukasi imunisasi. Mungkin ada, tetapi tidak banyak,” katanya.
Libatkan OPD dan Tokoh Masyarakat
Apabila ditemukan keraguan atau penolakan di tengah masyarakat, TP-PKK mendorong warga menyampaikan persoalan tersebut kepada kader, Tim Pembina Posyandu, atau PKK. Selanjutnya, persoalan itu dapat dikoordinasikan bersama perangkat daerah dan unsur lain, yang memiliki peran di lapangan.
Dalam kondisi tertentu, pendekatan kepada masyarakat juga dapat melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, Babinsa, maupun Bhabinkamtibmas. Tujuannya, memberikan penjelasan yang tepat agar informasi yang belum terverifikasi tidak berkembang dan memengaruhi masyarakat lainnya.
Shofiani mengatakan kerja sama dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sejauh ini berjalan lancar. Kolaborasi tersebut juga dilakukan ketika TP-PKK dan Tim Pembina Posyandu, melaksanakan kegiatan langsung di sekolah maupun lingkungan masyarakat.
Di bawah arahan Ketua TP-PKK Kabupaten Kepulauan Anambas, Ny Sinta Aneng, jaringan PKK terus didorong tetap aktif menjalankan peran pendampingan dan penggerakan masyarakat. Kegiatan lapangan dijalankan melalui kolaborasi antara kader, Tim Pembina Posyandu, tenaga kesehatan, dan perangkat daerah sesuai bidang masing-masing.
Bagi wilayah kepulauan seperti Anambas, percepatan imunisasi membutuhkan pendekatan yang tidak hanya mengandalkan pelayanan kesehatan. Jaringan kader dan kedekatan PKK dengan masyarakat, menjadi salah satu kekuatan untuk menjangkau sasaran hingga ke tingkat desa.
Melalui edukasi yang berkelanjutan, pendampingan langsung, serta koordinasi lintas sektor, TP-PKK Kabupaten Kepulauan Anambas berharap keraguan masyarakat terhadap imunisasi dapat terus ditekan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan sasaran pelayanan imunisasi di wilayah kepulauan dapat terjangkau secara lebih optimal. (LS)
BERITA TERKAIT:
10 Ketua TP-PKK Kecamatan Anambas Dilantik, Fokus Stunting dan Pemberdayaan Masyarakat
TP-PKK Anambas Gelar Pembinaan Program Kampung CERIA 2026 Secara Daring
Tiga KWT Anambas Mulai Gerakan Tanam Cabai untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Aneng Minta PKK, ASN, Camat, dan OPD Bergerak Bersama Membangun Daerah
Bersama Sang Istri, Bupati Aneng Ajak Warga Rawat Anambas Seperti Rumah Sendiri
HUT ke-81 RI, Ny Sinta Aneng Ajak Keluarga Anambas Isi Kemerdekaan dengan Nilai Kebaikan
