BEIRUT (Kepri.co.id – Xinhua) – Pemerintah Lebanon pada Jumat (27/9/2024) menerima donasi dan pasokan dari China, Inggris, dan Suriah, saat situasi kemanusiaan di negara itu semakin memburuk, di tengah konflik lintas perbatasan yang intens antara Israel dan Hizbullah.
Dalam sebuah konferensi pers, Menteri Urusan Sosial Hector Hajjar mengumumkan, Lebanon telah menerima 1 juta Dolar AS (1 Dolar AS = Rp15.171) dari China untuk membantu keluarga-keluarga yang mengungsi di Lebanon selatan.
Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Beirut. (XHTV)
“Saat ini, saya sampaikan kepada warga di wilayah selatan dari tujuh kegubernuran, bahwa 10.000 keluarga akan menerima 100 Dolar AS dari sumbangan China. Kami berterima kasih kepada China atas dukungan ini,” ujar Menteri Urusan Sosial Lebanon, Hector Hajjar.
Baca Juga: Sekjen PBB Disebut Sangat Khawatir dengan Eskalasi Situasi Antara Lebanon dan Israel
Hajjar menambahkan, bantuan medis dari China, di antara inisiatif lainnya, juga sedang dalam perjalanan.
Kementerian Kesehatan Suriah mengirimkan pasokan medis ke Lebanon “sebagai respons terhadap situasi kemanusiaan yang diakibatkan agresi Israel saat ini,” menurut pengumuman kementerian tersebut pada Jumat (27/9/2024).
Paket bantuan tersebut, dengan berat total 20 ton, mencakup sekitar 42 jenis obat-obatan dan bahan medis habis pakai, kata Mohammad Shamaa, direktur suplai di kementerian tersebut.
Sementara itu, Inggris telah memberikan 5 juta Poundsterling Inggris (1 Poundsterling Inggris = Rp20.232) kepada Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), untuk mendukung upaya tanggap kemanusiaan di Lebanon di tengah konflik saat ini dengan Israel, menurut sebuah pernyataan oleh kedutaan besar Inggris di Lebanon pada Kamis (26/9/2024). (amr/ xinhua-news.com)
