Mencicipi Hidangan Manis Khas Hari Raya Idul Fitri di Berbagai Negara

Mencicipi Hidangan Manis Khas Hari Raya Idul Fitri di Berbagai Negara
Sejumlah wanita Mesir membuat kukis tradisional menjelang Hari Raya Idul Fitri di Kairo, Mesir, pada 27 Maret 2025. (F. Xinhua/Ahmed Gomaa)

KAIRO (Kepri.co.id – Xinhua) – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, bakeri-bakeri di banyak negara Islam disibukkan dengan aktivitas menyiapkan aneka kukis dan penganan manis tradisional.

Beragam hidangan manis ini, biasanya dinikmati oleh keluarga sebagai bagian dari perayaan yang menandai berakhirnya bulan suci Ramadan.

Kukis-kukis khas Idul Fitri biasanya diberi isian pistasio, kacang kenari, kurma, dan terkadang bahan-bahan lainnya seperti almon atau buah ara. (amr/ xinhua-news.com)

Kukis maamoul, hidangan tradisional untuk Hari Raya Idul Fitri, tampak dijual di sebuah toko pastri di Damaskus, Suriah, pada 27 Maret 2025. (F. Xinhua/Ammar Safarjalani)

 

Seorang anak laki-laki Palestina, menunjukkan kukis tradisional menjelang Hari Raya Idul Fitri di Kota Hebron, Tepi Barat, pada 27 Maret 2025. (F. Xinhua/Mamoun Wazwaz)

 

Warga Palestina menyiapkan kukis tradisional menjelang Hari Raya Idul Fitri di Kota Hebron, Tepi Barat, pada 27 Maret 2025. (F. Xinhua/Mamoun Wazwaz)

 

Seorang pria menunjukkan kue wijen yang baru saja dipanggang di sebuah toko penganan manis tradisional di pasar lama di Damaskus, Suriah, pada 27 Maret 2025. (F. Xinhua/Ammar Safarjalani)

 

Seorang anak membawa kukis tradisional yang belum matang, menjelang Hari Raya Idul Fitri di Kairo, Mesir, pada 27 Maret 2025. (F. Xinhua/Ahmed Gomaa)

BERITA TERKAIT:

Jumlah Penumpang Whoosh saat Arus Mudik dan Balik Lebaran 2025 Naik Signifikan

Inflasi Kepri Selama Ramadan dan Idul Fitri Relatif Terkendali

Siap Siaga PLN, Pastikan Pasokan Listrik Aman Jelang Idul Fitri 1446 H

Kereta Cepat Whoosh Layani 210.000 Lebih Penumpang Selama Liburan Idul Fitri

BP Apresiasi Sinergi Stakeholder dalam Kesiapan Arus Balik Angkutan Lebaran

Warga Gaza akan Jalani Idul Fitri nan Suram di Tengah Serangan Israel yang Kembali Meneror

 

Exit mobile version