DEN HAAG (Kepri.co.id – Xinhua) – Pemerintah Belanda mungkin akan mengambil tindakan terhadap Israel, jika kesepakatan untuk memungkinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza tidak dipatuhi, seperti disampaikan Perdana Menteri (PM) Belanda, Dick Schoof dalam sebuah pernyataan di platform media sosial X pada Senin (28/7/2025).
Schoof mengadakan sebuah rapat darurat di Den Haag saat masa reses musim panas, mengumpulkan para menteri pemerintah termasuk Wakil PM, Sophie Hermans; Menteri Luar Negeri, Caspar Veldkamp, dan Menteri Pertahanan, Ruben Brekelmans membahas situasi kemanusiaan yang semakin memburuk di Gaza.
“Tujuan pemerintah sangat jelas: penduduk Gaza harus memiliki akses segera, tanpa hambatan, dan aman ke bantuan kemanusiaan,” tulis Schoof.
Sebelumnya pada bulan ini, Uni Eropa (UE) mencapai sebuah kesepakatan dengan Israel yang bertujuan untuk memfasilitasi akses kemanusiaan yang lebih besar ke Jalur Gaza. Kesepakatan tersebut rencananya akan dievaluasi pada Selasa (29/7/2025) oleh negara-negara anggota UE. Jika Israel tidak memenuhi komitmennya, langkah-langkah lebih lanjut dapat diambil di tingkat UE.
PM Belanda itu menyatakan bahwa Belanda juga siap mengambil langkah-langkah sepihak jika diperlukan.
“Kami juga sedang mempertimbangkan langkah-langkah nasional untuk meningkatkan tekanan,” seperti diperingatkan Schoof, seraya menambahkan, dirinya telah menyampaikan pesan ini secara langsung kepada Presiden Israel Isaac Herzog dalam sebuah panggilan telepon pada Senin itu. (hen/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
Protes Kelaparan di Gaza, Ribuan Orang Berunjuk Rasa di Ibu Kota Yaman
Gaza Hadapi Kelaparan Setelah Toko Roti Tutup dan Bantuan Menipis
Kelaparan di Gaza Semakin Parah saat Kelangkaan Pangan Memburuk dan Bantuan Menyusut
Sedikitnya 5 Tewas dan 100 Terluka di Dekat Pusat Distribusi Bantuan Kelolaan Israel dan AS di Gaza
Kanada Kecam Israel atas Bencana Kemanusiaan di Gaza
Prancis akan Resmi Akui Negara Palestina Dalam Sidang Majelis Umum PBB Mendatang
