Malaysia Ajukan Permohonan Keanggotaan BRICS

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 13 Juni 2024 ini, menunjukkan Kawasan Industri Kuantan Malaysia-China (Malaysia-China Kuantan Industrial Park/ MCKIP) di Negara Bagian Pahang, Malaysia. (F. Xinhua/Cheng Yiheng)

KUALA LUMPUR (Kepri.co.id – Xinhua) – Malaysia telah mengajukan permohonan kepada Ketua BRICS, Rusia, untuk bergabung dengan organisasi tersebut. Demikian disampaikan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim pada Minggu (28/7/2024).

Keinginan Malaysia bergabung dengan organisasi BRICS (Brazil, Russia, India, China, South Africa, dan negara lainnya) menjadi inti utama dari pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, yang menemui PM Anwar sebagai bagian dari kunjungan kerja selama dua hari, kata kantor PM Malaysia itu dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: PM China Serukan Agar China dan Malaysia Tingkatkan Integrasi Strategi Pembangunan

Selain pengajuan permohonan Malaysia bergabung dengan BRICS, berbagai aspek kerja sama bilateral juga dibahas. Terutama investasi dan perdagangan, ilmu pengetahuan dan teknologi, pertanian, pertahanan dan militer, pendidikan, serta pariwisata dan budaya, ungkap Anwar Ibrahim.

“Diskusi kami terutama berpusat pada permohonan Malaysia, baru-baru ini menjadi anggota aliansi BRICS, yang saat ini diketuai Rusia. Keanggotaan potensial ini sangat menjanjikan bagi kedua negara, dan menggarisbawahi komitmen kami membina kolaborasi internasional yang kuat,” imbuhnya.

Sementara itu, Lavrov mengatakan, Rusia menyambut baik minat Malaysia bergabung dengan BRICS dan akan membantu mempromosikan minat tersebut. (now/ xinhua-news.com)

Exit mobile version