Gagara Tiket Bodong, Tim Paduan Suara Pesparawi Kepri Telantar

Pesparawi Kepri tak tampil di Manokwari karena permasalahan tiket, mereka tidak protes tapi mereka bernyanyi di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta pada Kamis (25/6/2026) malam, menyanyikan lagu yang seharusnya mereka bawakan pada Pesparawi Nasional XIV di Manokwari. (F. Aji)

TANJUNGPINANG (Kepri.co.id) – Kronologi Tim Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Kepri terlantar, diketahui setelah diberitahukan oleh panitia bahwa tiket untuk seluruh keberangkatan kontingen Kepri (3 kategori) yang dipesan oleh Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Provinsi Kepri dari Batam – Jakarta – Manokwari adalah tiket bodong.

Tiket seharusnya tim berangkat Rabu, 24 Juni 2026 sekira pukul 16.00 WIB sore hari. Oleh pihak travel yang dipesan melalui Vv dan Hen.

Tim berusaha untuk tetap berangkat, dan meminta kepada panitia LPPD Kepri untuk memberangkatkan dalam kondisi itu, sebab hal tersebut bukan kesalahan tim, melainkan kesalahan panitia provinsi. Sebab, tidak melakukan verifikasi dengan melakukan vakidasi keberadaan tiket tersebut.

Sesuai arahan, tim datang pada tanggal 24 Juni 2026 untuk diberangkatkan, tetapi setelah di cek di customer service (CS) melalui chcek in online, tiket tersebut juga tidak terdeteksi.

Tim berusaha komunikasi dengan pihak LPPD Kepri, agar tetap diberangkatkan dan tiket tersedia hanya tanggal 25 Juni 2026.

Kemudian pihak travel berjanji akan memberangkatkan pada tanggal tersebut. Akan tetapi, tim belum mendapatkan tiket dengan nomor kode booking/ etiket, dan tetap menunggu informasi dari pihak travel per 3 jam sekali.

Pukul 15.00 WIB, tim mendapatkan kode booking untuk berangkat dari BTH (Batam) tujuan CGK (Soekarno Hatta). Namun, tiket dari Jakarta tujuan Manokwari belum diterima.

Tiket tersebut, memberangkatkan rombongan dengan jam keberangkatan berbeda-beda penerbangan yakni sesi 1 pukul 16.30 WIB dan sesi 2 pukul 19.00 WIB.

Tiba di Jakarta, tim belum mendapat informasi dari pihak travel tentang keberangkatan Jakarta – Monokwari. Sebelumnya diberitahukan, tim akan terbang dengan Maskapai Batik Air dan tim menuju gate tersebut. Setelah tiba di gate tersebut, tim diinfokan terbang dengan Maskapai Garuda, kemudian tim pindah ke Terminal 3.

Tiba di sana, pihak maskapai menyampaikan ”saat ini check in bagasi sudah tutup” dan tim berusaha untuk bisa dibantu. Kemudian, pihak maskapai meminta kode booking. Setelah kode booking diserahkan, tim yang didapat dari pihak travel, pihak maskapai memberitahukan bahwa kode booking tersebut hingga kini belum ter-payment (dibayar) pihak travel.

Akhirnya, pihak tim pupus harapan dan tidak mungkin dapat berangkat dan memutuskan tampil di Bandara Soekarno Hatta, dan meminta pertanggungjawaban ganti rugi materi dan inmateril serta akan membawa masalah ini ke ranah hukum. (aji)

BERITA TERKAIT:

Pesparawi Kepri Tak Dapat Tiket ke Manokwari, Akhirnya Nyanyi di Bandara Soekarno-Hatta

 

Exit mobile version