YERUSALEM (Kepri.co.id – Xinhua) – Sekitar 35 roket dan rudal yang ditembakkan dari Lebanon, menghantam Kota Safed di Israel utara pada Kamis (27/6/2024) malam waktu setempat, menyebabkan kebakaran, pemadaman listrik, dan kerusakan properti, seperti disampaikan militer Israel.
“Sistem Pertahanan Udara Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/ IDF) berhasil mencegat sebagian besar peluncuran tersebut,” kata militer Israel dalam sebuah pernyataan.
Menurut lembaga penyedia layanan penyelamatan Israel, Magen David Adom, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan.
Sebuah rumah dihantam salah satu proyektil, kata Dewan Regional Merom HaGalil dalam sebuah pernyataan. Sementara itu, Otoritas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Israel melaporkan, sejumlah kebakaran terjadi dan warga sipil terjebak di dalam lift akibat pemadaman listrik.
Di sisi lain, kelompok bersenjata Lebanon, Hizbullah, dalam sebuah pernyataan mengatakan, mereka telah menyerang pangkalan udara Israel di Safed dengan roket Katyusha, sebagai respons atas serangan Israel di Kota Nabatieh di Lebanon selatan dan Kota Sohmor di Lebanon timur, pada hari sebelumnya.
Sumber militer Lebanon mengatakan kepada Xinhua, beberapa roket berhasil dicegat rudal Iron Dome Israel.
Serangan-serangan baru Hizbullah terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon, ketika Israel memperingatkan mereka “siap” melancarkan serangan “skala penuh” terhadap Hizbullah.
Dalam sebuah pernyataan terpisah, IDF mengatakan, sebelumnya pada hari itu, pesawat-pesawat tempur Israel menghantam sebuah struktur militer Hizbullah di Desa Ramyah, Lebanon selatan, dan menewaskan dua anggota Hizbullah di Desa At Tiri.
Pada hari yang sama, sumber militer Lebanon yang tidak disebutkan namanya mengonfirmasi kepada Xinhua, tiga anggota Hizbullah tewas dan seorang lainnya luka-luka dalam dua serangan udara Israel di Ramyah dan Haddatha.
Ketegangan di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel mengalami eskalasi sejak 8 Oktober 2023, menyusul rentetan roket yang diluncurkan Hizbullah ke Israel, sebagai bentuk dukungannya terhadap serangan mendadak Hamas ke Israel selatan di Jalur Gaza sehari sebelumnya. (asa/ xinhua-news.com)
