Ancaman Perang Masih Hantui Gaza di Tengah Ketidakpastian Prospek Perdamaian

Ancaman Perang Masih Hantui Gaza di Tengah Ketidakpastian Prospek Perdamaian
Seorang wanita berduka atas kematian para korban di Rumah Sakit Nasser di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 13 Agustus 2024. (F. Xinhua/Khaled Omar)

KAIRO (Kepri.co.id – Xinhua) – Di tengah kekacauan yang berkecamuk di Timur Tengah, Gaza masih menjadi “pusat badai.”

Tahun 2024 menjadi saksi meluasnya konflik Hamas-Israel, yang telah menyebar ke sejumlah negara di kawasan tersebut dan berkembang menjadi krisis regional yang signifikan.

Baca Juga: Badan Kemanusiaan PBB Sebut Pertikaian Terus Bahayakan Warga Palestina di Gaza

Menurut otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza, sejak pecahnya konflik Hamas-Israel, jumlah warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza telah menembus 45.000 orang, dan lebih dari 1.300 keluarga Palestina telah digusur sepenuhnya dari Jalur Gaza.

Di saat Hamas dan Israel masih saling tarik-ulur perihal perbedaan politik, bagi rakyat Gaza, yang saat ini masih hidup di bawah bayang-bayang kematian dan kelaparan, politik adalah masalah yang terasa jauh karena apa yang sebenarnya mereka dambakan adalah kembalinya kehidupan yang stabil dan damai. (amr/ xinhua-news.com)

 

Seorang wanita Palestina terlihat di sebuah sekolah yang menampung para pengungsi di kamp Nuseirat di Jalur Gaza tengah pascaserangan Israel pada 14 Oktober 2024. (F. Xinhua/Marwan Dawood)

 

Seorang anak perempuan yang terluka dirawat di sebuah rumah sakit di Kota Deir el-Balah, Jalur Gaza tengah, pada 8 Maret 2024. (F. Xinhua)

 

Para kerabat berduka saat pemakaman seorang wanita Palestina yang tewas akibat serangan Israel di sebuah kamp pengungsi di Kota Tulkarm, Tepi Barat, pada 24 Juli 2024. (F. Xinhua/Nidal Eshtayeh)

 

Seorang anak Palestina terlihat di antara reruntuhan bangunan di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 27 Januari 2024. (F. Xinhua/Rizek Abdeljawad)

 

Seorang anak Palestina mengamati puing-puing bangunan pascaserangan udara Israel di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 3 Februari 2024. (F. Xinhua/Khaled Omar)

 

Seorang wanita terlihat di depan bangunan yang rusak pascaserangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, pada 29 September 2024. (F. Xinhua/Bilal Jawich)

 

Orang-orang berusaha mendapatkan bantuan makanan di kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara, pada 29 Agustus 2024. (F. Xinhua/Mahmoud Zaki)

 

Orang-orang berduka atas jatuhnya korban jiwa akibat serangan bom Israel di wilayah Al-Zawaida di Jalur Gaza tengah pada 17 Agustus 2024. (F. Xinhua/Marwan Dawood)

 

Anak-anak Palestina terlihat setelah menerima bantuan makanan di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 24 September 2024. (F. Xinhua/Rizek Abdeljawad)

 

Warga berduka atas jatuhnya korban jiwa akibat serangan udara Israel di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 5 Januari 2024. (F. Xinhua/Khaled Omar)

 

Mohammed Al-Aqad memandangi apartemennya yang rusak akibat perang di kamp Yarmouk di Damaskus, Suriah, pada 19 Juni 2024. (Xinhua/Ammar Safarjalani)

 

Orang-orang memeriksa kerusakan pascaserangan udara Israel di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 22 Februari 2024. (F. Xinhua/Rizek Abdeljawad)

 

Orang-orang mengikuti unjuk rasa yang menyerukan agar gencatan senjata segera diberlakukan di Gaza dan Lebanon serta pembebasan sandera Israel yang ditawan di Gaza di Tel Aviv, Israel, pada 9 November 2024. (F. Xinhua/Chen Junqing)

 

Upaya penyelamatan dikerahkan pascaserangan Israel di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 7 Januari 2024. (F. Xinhua/Khaled Omar)

 

Orang-orang mengantre untuk menerima bantuan makanan di sebuah pusat distribusi makanan di Kota Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, pada 20 Desember 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)

 

Anak-anak pengungsi Palestina bermain di sebuah tempat penampungan di Gaza City pada 9 Desember 2024. (F. Xinhua/Mahmoud Zaki)

 

Seorang anak pengungsi terlihat di antara tenda-tenda di Gaza City, Jalur Gaza utara, pada 10 November 2024. (F. Xinhua/Abdul Rahman Salama)

 

Seorang wanita yang menggendong kucing terlihat di dekat reruntuhan bangunan pascaserangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, pada 2 Oktober 2024. (F. Xinhua/Bilal Jawich)

 

Seorang guru mengajar di sebuah ruang kelas sementara di Kota Deir el-Balah, Jalur Gaza, pada 26 April 2024. (F. Xinhua)

 

Akram Harb duduk di kursi rodanya di sebuah tempat penampungan di Gaza City pada 13 Desember 2024. Harb, warga Palestina berusia 13 tahun, terluka akibat serangan Israel di rumahnya di kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara, pada Oktober 2024. (Xinhua/Mahmoud Zaki)

 

Muhammad Jamal Abbas, seorang petani bunga mawar Damaskus, memetik bunga tersebut di Kota al-Marah di wilayah pedesaan utara Damaskus, Suriah, pada 28 Mei 2024. (F. Xinhua/Monsef Memari)

 

Seorang badut tampil untuk menghibur anak-anak di kamp pengungsi Al-Maghazi, Jalur Gaza tengah, pada 5 September 2024. (F. Xinhua/Marwan Dawood)
Exit mobile version