BATAM, Kepri.co.id – Selebgram Ayu Aulia berkunjung ke Graha PWI Kepri di Batam, Ruko Purimas, Sabtu (26/9/2026) siang. Dalam kunjungannya itu, Ayu menuturkan pengalamannya Bupati Bintan, Roby Kurniawan masa kuliah tahun 2014 lalu di Jakarta. Penuturan Ayu itu, disampaikan kepada para pengurus Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) PWI Kepri
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang klarifikasi personal, tetapi juga memicu diskusi mendalam mengenai norma, standar etika, serta integritas moral seorang kepala daerah dalam menjalankan amanat publik.
Pentingnya isu ini dibahas oleh pimpinan media massa bukan semata-mata karena aspek sensasionalnya, melainkan karena keterkaitannya yang erat dengan kriteria kepemimpinan publik. Sebagai pejabat negara yang memegang mandat rakyat, seorang Bupati terikat oleh norma hukum, etika pemerintahan, dan kepatutan sosial.
Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta pedoman Etika Pemerintahan, pejabat publik dituntut untuk senantiasa menjaga integritas, moralitas, serta martabat jabatan, baik dalam kehidupan kedinasan maupun pribadi. Setiap tindakan seorang kepala daerah berpotensi memicu implikasi publik, kepercayaan masyarakat, hingga stabilitas politik daerah.
“Seorang kepala daerah adalah role model atau teladan bagi masyarakatnya. Ketika isu perselisihan personal meluas ke ranah publik dan hukum, hal tersebut bukan lagi sekadar urusan pribadi, melainkan berkaitan dengan transparansi, akuntabilitas, serta legitimasi moral sang pejabat,” ungkap salah satu pimpinan media dalam diskusi Forum Pemred PWI Kepri.
Dalam diskusi santai tersebut, Ayu Aulia (33) membeberkan dinamika hubungannya dengan Roby Kurniawan yang juga merupakan putra kandung Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. Ayu mengaku telah mengenal Roby sejak masa perkuliahan sekitar tahun 2014–2015, di mana Ayu menempuh pendidikan S1 Ilmu Komunikasi UBM dan Roby menempuh pendidikan Planologi di Universitas Trisakti, Jakarta.
Ayu menceritakan berbagai fase dalam hubungan mereka, mulai dari interaksi masa muda hingga dinamika konflik pelik yang menguras emosi dan kesehatannya.
Ia membeberkan sejumlah dinamika personal yang terjadi di masa lalu, termasuk klaim terkait penanganan kesehatan reproduksinya yang berdampak Panjang, hingga ia harus menjalani operasi pengangkatan rahim pada 2025 lalu.
Ayu menegaskan, langkah hukum yang diambil dan keberaniannya bicara ke publik bukan didasari oleh motif finansial atau pertimbangan politik semata.
“Ini bukan tentang uang. Berapapun dia kasih uang akan saya tolak, saya punya harga diri. Saya hanya ingin dia memiliki rasa empati, tidak menghilang begitu saja, dan bertanggung jawab secara gentleman,” tegas Ayu Aulia di hadapan para Pemred.
Ayu juga membantah tuduhan bahwa aksinya ini ditunggangi kepentingan politik menjelang Kontestasi Pilkada atau manuver pencalonan tertentu. Ia menyatakan, siap menghadapi segala risiko hukum demi membuktikan kebenaran pengakuannya.
Hingga berita ini diturunkan, dinamika ini terus bergulir di media sosial dan media massa. Forum Pemred PWI Kepri menilai penting bagi pihak-pihak terkait, khususnya Bupati Bintan Roby Kurniawan, untuk memberikan klarifikasi atau tabayun secara proporsional demi menjaga kepercayaan publik serta meluruskan simpang siur informasi yang beredar.
Prinsip cover both sides dan keberimbangan berita tetap dijunjung tinggi oleh Forum Pemred PWI Kepri guna memastikan masyarakat menerima informasi yang akurat, objektif, dan teredukasi terkait standar integritas calon maupun pejabat publik di Kepulauan Riau.
Sampai saat ini, Kepri.co.id sudah berusaha mengkonfirmasi Roby Kurniawan melalui pesan WhatsApp (WA), telepon WA, dan telepon selulernya. Namun, pesan WA tak dibalas, telepon WA hanya memanggil, dan telepon seluler juga memanggil. Jika ada konfirmasi terbaru dari Roby Kurniawan, Kepri.co.id akan menaikkan versi Roby Kurniawan sebagai keberimbangan sesuai UU Nomor 40 Tahun 2009 tentang Pers.
Seperti diketahui, Ayu Andiyanti Aulia lahir di Bogor, 5 Februari 1993. Ia dikenal luas sebagai penyanyi, DJ, model, dan pembuat konten aktif di TikTok dan Instagram. Selain berkarir di dunia hiburan dan merilis sejumlah single musik, Ayu sempat terjun ke dunia politik praktis sebagai Ketua Sosial Angkatan Muda Partai Berkarya (AMPB) pada tabun 2021.
Ayu juga menegaskan, sampai saat ini dirinya sebagai tim kreatif Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Dirinya masih sepupuan dengan Astrid Uya Kuya. “Kakek kami adalah jenderal zaman Pak Harto,” kata Ayu. (asa)
