Liga Arab dan Mesir Kutuk Israel yang Sebut Serangan ke Rumah Sakit di Gaza “Kecelakaan Tragis”

Liga Arab dan Mesir Kutuk Israel yang Sebut Serangan ke Rumah Sakit di Gaza "Kecelakaan Tragis"
Foto hasil tangkapan layar dari sebuah video ini, menunjukkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu sedang menyampaikan pernyataan pada 26 November 2024. (F. Xinhua/GPO)

YERUSALEM (Kepri.co.id – Xinhua)Liga Arab dan Mesir pada Senin (25/8/2025) mengutuk serangan Israel terhadap Rumah Sakit Nasser di Gaza yang menewaskan sedikitnya 20 orang, sebuah insiden yang disebut Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu sebagai “kecelakaan tragis.”

Otoritas kesehatan Gaza mengatakan, serangan terhadap rumah sakit di Khan Younis itu, rumah sakit terakhir yang masih beroperasi di Gaza selatan, menewaskan lima jurnalis dan empat staf medis.

Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit menyebut serangan itu sebagai “satu episode dalam rangkaian pembantaian tanpa henti, yang secara sengaja menargetkan warga sipil.” Kementerian Luar Negeri Mesir. menyebutnya sebagai “episode baru dalam rangkaian pelanggaran terang-terangan Israel terhadap hukum humaniter internasional.”

Dalam sebuah pernyataan, Netanyahu mengatakan, otoritas militer Israel sedang melakukan penyelidikan menyeluruh. “Israel menghargai pekerjaan jurnalis, staf medis, dan semua warga sipil,” ujarnya.

Juru bicara militer Israel, Effie Defrin, mengatakan kepada awak media, tentara “tidak sengaja menargetkan warga sipil” dan menyalahkan Hamas karena menciptakan “kondisi yang muskil” di wilayah tersebut.

Menurut otoritas kesehatan Gaza, serangan pertama menghantam lantai empat kompleks rumah sakit tersebut, dan serangan kedua menargetkan tim medis saat mereka menangani para korban luka.

Mengutip pejabat militer Israel, stasiun televisi negara itu, Kan TV, melaporkan, serangan tersebut dilakukan menggunakan tank, bukan pesawat terbang. Laporan itu menyebutkan,tank menargetkan kamera di rumah sakit tersebut yang diyakini pasukan Israel digunakan Hamas untuk memantau pergerakan mereka.

Perang yang dimulai pada Oktober 2023 itu, telah menghancurkan wilayah kantong pesisir tersebut. Israel tidak mengizinkan jurnalis asing masuk ke Gaza, tetapi jurnalis lokal terus melakukan liputan. Menurut otoritas kesehatan Gaza, setidaknya 273 jurnalis dan total 62.744 orang tewas akibat serangan Israel sejak konflik pecah. (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

Perawatan Maternal di Segelintir Rumah Sakit yang Tersisa di Gaza Alami Tekanan

Tentara Israel Tewaskan Anggota Biro Politik Hamas dalam Serangan terhadap Rumah Sakit di Gaza

Kepala OHCHR Serukan Penyelidikan Atas Serangan Israel terhadap Rumah Sakit di Gaza

WHO: Gizi Buruk di Gaza Capai Tingkat yang Mengkhawatirkan

 

Exit mobile version