CHANGCHUN (Kepri.co.id – Xinhua) – Seiring pesatnya pertumbuhan industri kendaraan energi baru di China, kerja sama otomotif China-Jerman pun kian meluas dalam terobosan teknologi dan pemasaran secara global.
Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Changchun, China. (XHTV)
“Seperti yang dapat kita lihat di Audi FAW NEV Company, produksi model-model baru semakin cepat, dan mereka menantikan babak baru dalam kerja sama,” ujar Shao Meiqi, Koresponden Xinhua.
“Dari sudut pandang saya, jalinan industri otomotif China dan Jerman kian erat dalam beberapa tahun terakhir. Saya rasa kedua belah pihak telah belajar dan mendapatkan banyak manfaat dari satu sama lain, misalnya, mengenai implementasi dan pengembangan lebih lanjut pada manufaktur mutakhir atau teknologi mobil terobosan,” ujar Helmut Stettner, CEO Audi FAW NEV Co Ltd.
“Kami melihat peralihan ke mobilitas listrik semakin cepat di China, terutama di pasar premium. Kebijakan-kebijakan pemerintah yang suportif memainkan peran penting memajukan pengembangan pasar NEV, infrastruktur pengisian daya, pengemudian terotomatisasi, dan kendaraan terhubung cerdas. Kebijakan-kebijakan ini juga menciptakan peluang bagi pemain baru untuk memasuki pasar tersebut.
Audi memiliki strategi elektrivikasi yang jelas di pasar China. Dengan kapasitas produksi tahunan yang direncanakan mencapai lebih dari 150.000 unit kendaraan, Audi FAW NEV Company akan memberikan kontribusi utama bagi elektrivikasi lebih lanjut pada portofolio produk Audi di China. Saya sangat bersemangat untuk langkah kami selanjutnya tahun ini,” terang Helmut Stettner, CEO Audi FAW NEV Co Ltd. (hen/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
GAC Aion Perkenalkan Mobil Sedan Listrik dengan Jarak Tempuh 442 Km
Produsen Mobil China SAIC dan Volkswagen Teken Perjanjian Kerja Sama Teknologi Energi Baru
Pakar Jerman Sebut Tarif Mobil Listrik China “Tidak Didasarkan Fakta yang Terbukti”
