Luncurkan Aplikasi Remunerasi Profesi Dokter

Ketua IDI Wilayah Kepri yang lama, dr Rusdani MKKK menyerahkan naskah berita acara pergantian pengurus baru kepada Ketua IDI Kepri, dr Yanuarman SpOG K-FM disaksikan Ketua PB IDI Pusat, Dr dr Moh Adib Khumaidi SpOT (kiri bawah) di Harris Hotel Batam, Minggu (25/2/2024). (F. amr)

BATAM (Kepri.co.id) – Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pusat, Dr dr Moh Adib Khumaidi SpOT melantik pengurus IDI Wilayah Kepri yang dikomandoi dr Yanuarman SpOG K-FM di Harris Hotel Batam, Minggu (25/2/2024).

Setelah melantik dr Yanuarman SpOG K-FM sebagai Ketua IDI Wilayah Kepri masa bakti 2023-2026, giliran dr Yanuarman yang melantik pengurus IDI Cabang Natuna masa bakti 2023-2026 dan Junior Doctors Network Indonesia (JDN) IDI Chapter Kepri di tempat yang sama.

Pelantikan insan tenaga medis ini, dihadiri Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam yang juga Walikota Batam, Muhammad Rudi; Wakil Ketua III DPRD Kepri, dr Tengku Afrizal Dachlan yang juga pembina IDI Wilayah Kepri, perwakilan Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dan lainnya.

dr Adib dalam pelantikan itu, mengatakan, PB IDI Pusat akan meluncurkan aplikasi remunerasi profesi dokter, yang bisa diakses seluruh anggota IDI. Remunerasi profesi dokter ini, pengganti dari jasa medis yang dinilai subjektif.

Ketua PB IDI Pusat, Dr dr Moh Adib Khumaidi SpOT melantik pengurus IDI Wilayah Kepri di Harris Hotel Batam, Minggu (25/2/2024). (F. amr)

“Dengan remunerasi profesi ini Pak Wali, diharapkan ada standar insentif peningkatan kesejahteraan dokter. Dengan harapan, dokter tidak menumpuk di daerah yang ekonominya tinggi saja,” ujar dr Adib.

dr Adib yang merupakan alumni Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) Universitas Muhammadiya Jakarta ini, mencontohkan, ada salah satu daerah di Provinsi Papua, awalnya insentif jasa medis dokter Rp15 juta.

“Oleh pemerintah daerah di sana, diturunkan menjadi Rp3 juta. Akhirnya, dokter mengeluh dan pindah ke daerah yang ekonominya tinggi. Kita minta kepada IDI Wilayah Kepri yang baru dilantik, agar mensosialikasikan numerasi profesi dokter ini nanti,” pesan dr Adib.

Selain itu, dr Adib berpesan kepada Pemerintah Kota (Pemko) Batam, jangan menerbitkan surat izin praktik (SIP) seorang dokter, kalau tak ada rekomendasi dari IDI.

“Bukan apa bapak ibu, untuk menghindari praktif dokter gadungan. Yang tahu dokter gadungan atau bukan, IDI mengetahuinya. Sehingga, masyarakat tidak dirugikan oleh ulah dokter gadungan,” terang dr Adib.

Sementara itu, Ketua IDI Wilayah Kepri, dr Yanuarman SpOG K-FM melaporkan jumlah dokter di seluruh Kepri hampir 2.000-an. Dari 2.000-an dokter tersebut, sekitar 1.300-an dokter bertugas di Batam.

“Ke depan, ini menjadi tugas kami agar terjadi pemerataan distribusi dokter di seluruh Kepri,” ujar dr Yanuarman.

Sementara itu, Kepala BP Batam yang juga Walikota Batam, Muhammad Rudi meminta kepada dokter maupun lembaganya terus berbenah.

“BP sudah mencanangkan kawasan ekonomi khusus (KEK) Kesehatan. Terus terang bapak ibu, karena memandang bapak ibu lah, agak saya rem-rem KEK Kesehatan ini. Jangan sampai nanti KEK Kesehatan ini sudah dibuka, bapak ibu ketinggalan,” movitasi Rudi.

Rudi juga menerangkan, terus melakukan keseimbangan pembangunan di semua sektor. Namun, saat ini pihaknya fokus membangun infrastruktur, sebagai daya ungkit mendatangkan investor menanam investasinya di Batam.

Dalam pelantikan ini, pengurus IDI Wilayah Kepri yang baru memberikan cindera mata kepada Ketua IDI Wilayah Kepri yang lama, dr Rusdani MKKK. Adapun dr Rusdani dalam pengurus IDI Wilayah Kepri yang baru, sebagai pembina.

“Selamat kepada Ketua IDI Wilayah Kepri, dr Yanuarman SpOG K-FM. Bawa terus kemajuan dan kejayaan IDI dan kesejahteraan anggota,” ujar dr Rusdani. (asa)

Exit mobile version