Melihat Suasana Desa di Israel Utara Pascaserangan Roket Hizbullah

Koresponden Xinhua di Israel, Feng Guorui. (F. xinhua)

HAIFA (Kepri.co.id – Xinhua) – Dari Sabtu (21/9/2024) malam hingga Minggu (22/9/2024) pagi (waktu setempat), sirene serangan udara terus berbunyi di Israel utara, termasuk di Kota Haifa.

“Saat ini, saya sedang berkendara menuju sebuah desa yang terletak di dekat Haifa. Rekaman yang dibagikan di media sosial menunjukkan, desa tersebut dihantam roket yang ditembakkan Hizbullah Lebanon. Sekarang, saya menuju ke sana melihat bagaimana kerusakannya,” reportase Koresponden Xinhua, Feng Guorui.

Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Haifa, Israel. (XHTV)

“Saat ini, saya berada di dekat Kota Haifa. Akibat gangguan dari militer Israel, GPS ponsel saya tidak berfungsi. Ponsel saya malah menunjukkan, saya sedang berada di sebuah bandara di Yordania. Jadi, saya harus meminta bantuan penduduk setempat menemukan tempat tersebut,” lapor Koresponden Xinhua, Feng Guorui.

“Rumah di belakang saya ini dihantam roket Hizbullah. Rumah ini masih porak-poranda bahkan setelah dibersihkan,” ujar Koresponden Xinhua, Feng Guorui.

Baca Juga: Korban Tewas Akibat Gelombang Kedua Ledakan Alat Komunikasi di Lebanon, Bertambah Jadi 14 Orang, 450 Luka-luka

“Saya sedang tidur saat itu. Kemudian pada pukul 06.30, saya terbangun oleh suara sirene, dan saya sangat ketakutan,” kata perempuan, warga setempat.

“(Ini) sangat menakutkan bagi saya karena saya memiliki seorang anak perempuan (yang berusia) lima tahun. Saya sangat khawatir, karena saya tinggal di Israel. Saya berharap (perang) akan berhenti secepatnya. Saya ingin perdamaian,” ujar warga setempat.

“Tentu saja kami menginginkan perdamaian. Tentu saja kami ingin hidup normal. Kami berharap, kami bisa hidup bersama tetangga kami dengan damai dan tenang. Keluarga saya ada di sini, dan saya mengkhawatirkan keluarga saya. Inilah kehidupan di Israel,” ujar warga setempat.

Baca Juga: Taktik Perang Nonkonvensional Israel Tingkatkan Risiko Konflik Regional yang Lebih Luas

Ketegangan di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon, telah mengalami eskalasi tajam menyusul ledakan perangkat komunikasi di seluruh Lebanon pada Selasa (17/9/2024) dan Rabu (18/9/2024), menewaskan 37 orang dan melukai 2.931 lainnya.

Disusul serangan udara Israel pada Jumat (20/9/2024) yang menargetkan sebuah bangunan di daerah Jamous, pinggiran selatan Beirut, yang menewaskan 45 orang dan melukai puluhan lainnya. (amr/ xinhua-news.com)

Exit mobile version