Tim Gabungan Fisikawan China dan Internasional Capai Temuan Baru di Bidang Antimateri

Tim Gabungan Fisikawan China dan Internasional Capai Temuan Baru di Bidang Antimateri
Gambar simulasi ini, mengilustrasikan produksi antihiperhidrogen-4, sebuah hipernukleus antimateri baru yang teramati oleh tim peneliti gabungan terdiri fisikawan China dan internasional. (F. Xinhua/ Institut Fisika Modern Akademi Ilmu Pengetahuan China)

BEIJING (Kepri.co.id – Xinhua) – Sebuah tim peneliti gabungan terdiri fisikawan China dan internasional, berhasil mengamati hipernukleus antimateri baru menggunakan penumbuk ion berat (heavy ion collider) di Amerika Serikat (AS), yang menandai sebuah langkah penting dalam eksplorasi antimateri.

Antihiperhidrogen-4, yang hingga saat ini merupakan hipernukleus antimateri terberat yang teramati dalam berbagai eksperimen, ditemukan tim peneliti yang dipimpin Institut Fisika Modern (Institute of Modern Physics/ IMP) yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/ CAS). Studi ini telah diterbitkan dalam edisi terbaru jurnal akademik Nature.

Baca Juga: Ilmuwan China Temukan Garis Spektrum Sinar Gama Berenergi Tertinggi

Ilmu fisika saat ini mengasumsikan, sifat-sifat materi dan antimateri bersifat simetris, dan jumlah materi dan antimateri adalah setara pada saat alam semesta lahir.

Untungnya, beberapa mekanisme fisika misterius menyebabkan sedikit asimetri di alam semesta awal. Setelah sebagian besar materi dan antimateri saling memusnahkan, sekitar satu dari 10 miliar partikel materi bertahan, kemudian membentuk dunia materi yang kita lihat sekarang ini, jelas para ilmuwan.

“Apa yang menyebabkan perbedaan jumlah materi dan antimateri di alam semesta? Untuk menjawab pertanyaan ini, pendekatan yang penting adalah menciptakan antimateri baru di laboratorium dan mempelajari sifat-sifatnya,” kata Qiu Hao, seorang peneliti dari IMP.

Baca Juga: Ilmuwan China Ungkap Mekanisme Penciuman Serangga Bantu Kembangkan Pestisida Ramah Lingkungan

Di dunia saat ini yang didominasi oleh materi, antimateri sangat jarang ditemukan karena mudah musnah dengan materi di sekitarnya. Nukleus antimateri dan hipernukleus antimateri, bahkan jauh lebih sulit dihasilkan. Sejak para ilmuwan memprediksi keberadaan antimateri tahun 1928, hanya enam jenis (hiper) nukleus antimateri yang telah ditemukan, kata Qiu.

Antihiperhidrogen-4 yang baru ditemukan diproduksi di Relativistic Heavy Ion Collider (RHIC) di AS. RHIC dapat mempercepat berkas ion berat, hingga mendekati kecepatan cahaya dan membuatnya bertumbukan.

Baca Juga: Ilmuwan China Kembangkan Robot Humanoid dengan Ekspresi Wajah yang Realistis

Tumbukan ini menyimulasikan kondisi alam semesta awal di laboratorium, menghasilkan bola api dengan suhu beberapa triliun derajat, yang mengandung materi dan antimateri dalam jumlah yang kurang lebih sama.

Ketika bola api mengembang dan mendingin dengan cepat, sebagian antimateri lolos dari pemusnahan dengan materi dan terdeteksi oleh detektor bernama STAR.

“Setelah menganalisis data eksperimental dari sekitar 6,6 miliar peristiwa tumbukan ion berat, kami merekonstruksi antihiperhidrogen-4 dari produk peluruhannya,” kata Wu Junlin, seorang mahasiswa PhD di IMP.

Baca Juga: Tim Ilmuwan China dan Swiss Rancang Cip Hemat Energi yang Menyerupai Otak Manusia

Para peneliti juga mengukur masa hidup (lifetime) antihiperhidrogen-4, dan tidak menemukan perbedaan signifikan dari partikel hiperhidrogen-4 di dalam presisi pengukuran. Hal ini lebih lanjut membuktikan kesimetrisan antara sifat materi dan antimateri. (hen/ xinhua-news.com)

Exit mobile version