SAO PAULO (Kepri.co.id – Xinhua) – Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva pada Kamis (21/8/2025) mengecam Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengatakan Trump “tidak boleh ikut campur” dalam urusan dalam negeri Brasil.
“Kita harus tahu cara memberikan apa yang dibutuhkan oleh orang lain: kasih sayang, kenyamanan, dan memperlakukan mereka dengan cinta. Itulah perbedaan antara memerintah dan merawat, karena kata yang tepat bukanlah memerintah, melainkan merawat,” tutur Lula dalam sebuah acara di Sorocaba, sebuah kota di Negara Bagian Sao Paulo.
Lula menambahkan bahwa dirinya ingin “merawat” Brasil, dan Trump tidak boleh mencampuri urusan Brasil.
Menekankan bahwa membela kedaulatan lebih dari sekadar melindungi perbatasan dan sumber daya, Lula berkata, “Ini adalah tentang melindungi rakyat. Itulah inti dari kedaulatan suatu negara. Itulah sebabnya kami tidak takut dibentak. Malah, kami bersikap sopan. Saya tidak membentak siapa pun.”
Pekan lalu, Trump menyebut Brasil “mitra dagang yang sangat buruk,” dan mengatakan persidangan mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro merupakan “eksekusi politik.”
Pada 30 Juli 2025, pemerintahan Trump mengumumkan rencana untuk mengenakan tarif hingga 50 persen terhadap ekspor Brasil serta memberikan sanksi kepada Alexandre de Moraes, seorang hakim Mahkamah Agung Federal Brasil. Moraes saat ini sedang memimpin kasus Bolsonaro, yang diselidiki terkait upaya merebut kekuasaan menyusul kekalahannya dalam pemilihan presiden 2022. (hen/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
Presiden China dan Brasil Gelar Pembicaraan di Beijing
Brasil Bergabung dalam Gugatan Afrika Selatan Atas Genosida oleh Israel di Mahkamah Internasional
Pakar Brasil Sebut China Jangkar Utama Pertumbuhan Dunia di Tengah Tantangan Global
