KSPI Siapkan 150 Ribu Buruh Gelar May Day Di Depan Istana Presiden

Presiden KSPI, Said Iqbal.

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan mengerahkan 150 ribu buruh se-Jabodetabek plus Serang, Karawang, dan Purwakarta untuk melaksanakan aksi unjuk rasa dalam memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day di depan Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (1/5).

Aksi di Istana Presiden sampai dengan jam 13.00. Pada jam 13.00, massa aksi akan bergerak ke Istora Senayan untuk merayakan May Day sekaligus deklarasi calon presiden RI 2019 – 2024 yang akan di pilih dan di dukung buruh Indonesia,” sebut Presiden KSPI,  Said Iqbal  melalui keterangan pers, Senin (30/4).

Said mengatakan aksi May Day ini juga akan serempak dilakukan di seluruh Indonesia dan diikuti hampir satu juta buruh di 25 propinsi dan 200 kab/kota di seluruh Indonesia.

Sejumlah daerah yang juga turut melakukan aksi diantaranya, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, dan beberapa daerah lain. Aksi di daerah akan dilakukan di depan kantor gubernur masing-masing.

Said mengatakan pihaknya akan melayangkan tiga tuntutan buruh dan rakyat atau disebut Tritura Plus pada aksi May Day itu.

Pertama, buruh menuntut harga beras, listrik, BBM diturunkan dan bangun ketahanan pangan dan ketahanan energi.

Kedua, tolak upah murah, cabut PP Nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan, meminta Kebutuhan Hidup Layak (KHL) menjadi 84 item.

Ketiga, lanjut Said, tolak Tenaga Kerja Asing (TKA) buruh kasar dari China dan cabut Pepres Nomor 20 tahun 2018 tentang TKA.

“Plusnya adalah hapus outsourcing dan pilih Presiden RI 2019 yang proburuh,” imbuh dia.

Said mengaku bahwa Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis merespon baik rencana aksi buruh itu dan meminta buruh melakukan aksi dengan tertib, damai, dan tidak mengganggu kepentingan masyarakat lainnya. Said berujar KSPI menjamin anggotanya di seluruh Indonesia, akan melakukan aksi dengan damai dan tertib.

Pihaknya berharap pada saat aksi May Day tidak ada penyekatan terhadap bus dan peserta long march. Ia juga mengatakan Kapolres Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu menyatakan siap membantu peserta aksi dapat melakukan aksinya dengan tertib.

“KSPI menyatakan bahwa May Day is not fun day. May Day is not holiday. May Day is struggling of labour issue,”  tandas Said. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *